Dukung Petani Bawang Merah, Indonesia Luncurkan Solusi untuk Kendalikan Ulat Grayak
- istimewa
Teknologi Baru Plinazolyn
SIMODIS 100DC memanfaatkan plinazolyn sebuah teknologi berbahan aktif paling mutakhir yang efektif mengendalikan hama ulat pada tanaman bawang merah dengan tiga keunggulan yaitu mengendalikan hama ulat hingga tuntas, menghasilkan tanaman kokoh dan lebih hijau sehingga dapat memaksimalkan potensi tumbuh kembang tanaman bawang merah untuk menghasilkan panen yang berlimpah dan berkualitas.
“SIMODIS ini merupakan bentuk komitmen kami untuk mendukung petani sayuran, khususnya bawang merah di Indonesia agar mendapatkan hasil panen yang optimal dan berkualitas. Melalui riset dan pengembangan serta uji coba yang komprehensif, dengan bangga kami meluncurkan SIMODIS dengan formulasi yang telah dikembangkan khusus untuk tanaman sayuran. SIMODIS ini sangat cocok untuk tanaman bawang merah yang memiliki lapisan lilin,” jelas Citra.
Teknologi plinazolyn pada produk ini memiliki beberapa keunikan yang membuatnya menghasilkan kendali yang lebih baik, seperti kemampuan untuk membuat ulat berhenti makan, daya lekat kuat pada permukaan daun, stabil dalam berbagai kondisi cuaca, tidak mudah tercuci air hujan, tahan lama hingga 5-7 hari, serta aman terhadap tanaman.
Acara peluncuran ini semakin meriah dengan ditampilkannya gelaran fashion show yang melibatkan 12 orang petani bawang merah dan model profesional. Gelaran fashion show ini merujuk pada merek tersebut yang jika dalam bahasa Indonesia modis berarti berpakaian mengikuti mode.
“Kami berharap dengan diluncurkannya SIMODIS, petani bawang merah bisa mendapatkan manfaat yang maksimal dalam mendukung keberhasilan budidaya tanamannya. Syngenta Indonesia akan terus berkomitmen untuk menjadi pusat inovasi teknologi pertanian dan mitra terpercaya dalam meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia dan keluarganya,” tutup Citra.
