Kenduri Swarnabhumi 2024 Diyakini Dorong Kelestarian Sungai Batanghari dan Kearifan Lokal

Kenduri Swarnabhumi 2024
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta – Kenduri Swarnabhumi, rangkaian kegiatan kebudayaan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari memasuki tahun ketiga sejak pertama kali digelar pada 2022. Kali ini, perhelatan ini mengangkat narasi ‘Menemukenali Peradaban Masyarakat dengan Sungai’.

img_title Revitalisasi Candi Prambanan Selesai Sebelum 2029, PM Modi Bakal Rayakan Festival Besar di Indonesia

Pada tahun 2024 ini, Kenduri Swarnabhumi menjadi momentum penting dalam upaya mengangkat kearifan lokal dengan kehadiran tim kurator dan direktur festival yang merupakan masyarakat lokal dalam menyelenggarakan festival budaya di masing-masing daerahnya.

Para tim kurator dan direktur festival Kenduri Swarnabhumi 2024 telah resmi diumumkan di Workshop Kenduri Swarnabhumi pada 4-5 Juni 2024 lalu. Workshop ini bertujuan untuk berkoordinasi dan menguatkan narasi terkait penyelenggaraan festival budaya yang tergabung dalam Kenduri Swarnabhumi 2024.

img_title Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste

Salah satu dari 6 kurator, Deki Syaputra yang akan mengakurasi kearifan lokal wilayah Kabupaten Dharmasraya dan Kota Sungai Penuh mengatakan, Kenduri Swarnabhumi membawa dampak positif bagi masyarakat DAS Batanghari yakni dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga Sungai Batanghari dan budaya yang ada di sepanjang DAS Batanghari. 

“Kenduri Swarnabhumi mengingatkan kembali kepada masyarakat akan keterhubungan mereka dengan sungai dan lingkungan serta budayanya,” kata Deki dikutip dalam keterangan tertulis, Senin, 10 Juni 2024.

img_title Wamendagri Bima Arya Dorong Potensi Lokal Harus Menjadi Identitas Daerah dan Penggerak Ekonomi

Workshop Kenduri Swarnabhumi 2024.

Photo :
  • Istimewa

Lebih lanjut, Deki mengatakan pada Kenduri Swarnabhumi 2024 ini, Pentingnya kurator dan direktur festival adalah optimalisasi untuk mengangkat potensi sumber daya manusia lokal. Sehingga visi dan misi pelestarian kebudayaan di wilayah DAS Batanghari dapat terwujud.

“Dengan adanya koordinasi yang baik, kita bisa memastikan bahwa setiap elemen budaya yang kita tampilkan memiliki makna dan relevansi yang kuat,” kata Deki.

Dengan begitu, kata Deki, dalam penyelenggaraan Kenduri Swarnabhumi 2024, masyarakat dan komunitas sebagai pelaku budaya setempat bisa lebih terlibat mengangkat kearifan lokalnya bersama kurator dan direktur festival. Sehingga nilai-nilai budaya lokal bisa lestsri dan diturunkan kepada generasi muda.

Kearifan lokal yang diangkat di wilayahnya seperti tradisi Nahik Pamau, Kenduri Padae, dan Ngalao Ndae dari Kota Sungai Penuh, serta Seni Tari Toga dari Dharmasraya. Deki menerangkan bahwa ini merupakan tradisi yang sudah sangat lama tidak dilaksanakan sehingga dapat memberi pengetahuan kepada generasi muda tentang pengetahuan budaya tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut