Jemaah Lontar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada Hari Kedua Puncak Haji di Mina

Puncak Haji, Hari Kedua di Mina, Jemaah Lontar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah
Sumber :
  • Humas Kemenag

VoxPop –  Hari kedua puncak haji di Mina menjadi momen penting bagi jemaah haji. Setelah menyelesaikan lontar jumrah Aqabah dan melakukan Tahallul Awal, jemaah melanjutkan rangkaian ibadah dengan lontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. 

img_title Kemenhaj Samakan Pelatihan Petugas Haji Pusat dan Daerah Mulai 2027, Tak Lagi Ada Perbedaan Pembekalan

Agar ibadah berlangsung aman dan nyaman, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah menetapkan jadwal lontar jumrah khusus bagi jemaah Indonesia.

Adapun jadwal yang telah ditetapkan untuk jemaah Indonesia yaitu pukul 05.00 – 11.00 WAS atau waktu arab saudi, pukul 11.00 – 17.00 WAS, dan pukul 17.00 – 00.00 WAS.

img_title Cegah Tragedi, Kepadatan Jemaah Haji saat Melempar Jumrah Dipantau Ketat Pusat Komando Saudi

Di antara waktu tersebut, jemaah bisa menyesuaikan waktu lontar pada saat sore hari atau malam dengan pertimbangan kondisi cuaca tidak panas atau lebih sejuk. 

Puncak Haji, Hari Kedua di Mina, Jemaah Lontar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah

Photo :
  • Humas Kemenag
img_title Melempar Jumrah dalam Ibadah Haji, Ini Hikmah dan Sunnah yang Dianjurkan

“PPIH mengingatkan jemaah agar mematuhi ketetapan waktu lontar jumrah yang telah ditentukan. Penetapan jadwal tersebut untuk meminimalisasi potensi risiko di tengah kepadatan jemaah di area lontar jumrah, serta semata untuk keselamatan jemaah,” terang Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam keterangan resmi Kemenag di Jakarta, Senin (17/06/2024). 

“PPIH telah menempatkan petugas di sekitar area lontar jumrah untuk membantu mengarahkan dan memastikan jemaah haji indonesia melaksanakan lontar jumrah dengan aman,” sambung dia. 

Widi mengimbau jemaah agar selalu berada dalam rombongan regu ataupun kloternya ketika berangkat dari tenda Mina ke jamarat dan saat kembali. “Tidak perlu tergesa-gesa ketika berjalan menuju jamarat, selain untuk menghemat tenaga juga untuk mempertimbangkan jemaah lain dalam rombongannya, khususnya jemaah wanita, disabilitas dan lansia,” imbaunya. 

“Ketika akan kembali ke tenda , pastikan berada di jalur yang benar. Jangan melawan arus jalur jemaah, karena akan berpotensi tabrakan. ikuti arahan petugas, ketua regu, ataupun ketua rombongan,” pesannya.
 
Ia berpesan, saat jemaah akan melakukan aktivitas lontar jumrah, pastikan membawa bekal minuman untuk menjaga hidrasi tubuh. Membawa identitas diri berupa paspor, visa, gelang tangan, serta identitas rombongan yang mudah dikenali oleh rekan lainnya. 

“Antarjemaah agar saling bantu bila jemaah lain mendapatkan kesulitan. Jangan sungkan meminta bantuan petugas yang bersiaga penuh di sepanjang jalur jamarat,” ucapnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut