Pesan Oso ke Imam Besar Masjid Istiqlal yang Luncurkan Buku Tentang Nasionalisme

Peluncuran buku karya Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta – Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar meluncur tiga buku, yang disebutkannya sebagai salah satu karya terbaik. Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) yang hadir pada acara peluncuran mengapresiasi Nasaruddin konsisten berjuang di bidangnya, demi kepentingan bangsa. 

img_title Oso: Minangkabau Punya Kekayaan Budaya dan Produk Unggulan Berdaya Saing Tinggi

Acara peluncuran buku ini bertepatan dengan perayaan milad ke-65 Nasaruddin Umar. OSO menyampaikan selamat ulang tahun dan selamat atas peluncuran buku-buku Nasaruddin Umar. 

"Sebagai tokoh agama, dia mengakomodir berdasarkan Pancasila. Saya ucapkan selamat ulang tahun semoga panjang umur dan teruslah berjuang," ujar Oso dalam acara peluncuran buku di Hotel Borobudur, Jakarta, dikutip Senin, 24 Juni 2024.

img_title Kabar Terbaru Kasus Ade Armando, Grace Natalie dan Abu Janda Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Peluncuran buku karya Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Nasaruddin Umar

Photo :
  • Dok. Istimewa

"Pak Prof Nazaruddin ini benar-benar luar biasa. Dia diterima oleh milenial karena mengingatkan kesabaran, jadi kesabaran diutamakan. Persis seperti jiwanya sendiri menghadapi orang. Cara bicaranya halus," tambah Oso.

img_title Kabar Gembira! Insentif Guru Madrasah Non-ASN Cair Akhir Juni 2026, Dana Rp1,5 Juta Siap Ditransfer

Selain Oso, acara ini juga dihadiri oleh banyak tamu undangan, di antaranya mantan Menko Polhukam Mahfud MD, hingga mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK)

Dalam kesempatan itu JK menambahkan, Nasaruddin Umar merupakan salah satu tokoh besar di Indonesia. 

"Beliau ini Imam Besar di masjid yang terbesar. Pak Nasaruddin ini saya kira merupakan Kiai yang dapat diterima oleh semua pihak," ujar JK. 

"Selamat ulang tahun. Harapannya, tetap memberikan nasehat, pedoman hidup, dan tetap memberikan kedamaian," tambah JK.

Ada tiga buku yang diluncurkan pada kesempatan itu. Buku tersebut berjudul Nasionalisme Indonesia, Moderasi Beragama dan Tantangan Masa Depan Umat, serta Fikih Ekonomi Kontemporer.

Nasaruddin menjelaskan, buku Nasionalisme Indonesia merupakan skripsi miliknya saat hendak meraih gelar S1. Buku itu kemudian diperdalam, menjadi salah satu karya terbaiknya.

"Nasionalisme Indonesia itu salah satu buku terbaik saya," kata Nasaruddin. 

Dia menambahkan, buku ini menjadi salah satu karya terbaik karena di dalamnya kaya akan referensi dari filsuf dunia, sebut saja Plato, bahkan Karl Marx. Sayangnya, lanjut Nasaruddin, buku-buku serius semacam ini cenderung tidak laku di Indonesia.

"Tapi yang iseng saya tulis itu yang laku. Jadi ada sesuatu yang valid secara intelektual tapi tidak diminati masyarakat apakah grade bangsa kita seperti ini suka mengkonsumsi yang populer," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut