IISMA Jadi Jalan Para Alumninya Raih Beasiswa S-2 di Luar Negeri

Program Indonesian International Students Mobility Awards (IISMA)
Sumber :
  • Kemendikbudristek

Setelah expression of interest, Wulan juga harus melengkapi persyaratan tambahan, seperti International English Language Testing System (IELTS), proposal riset, dan dokumen-dokumen lainnya. Dari seleksi dokumen tersebut, lima orang berhasil maju untuk melanjutkan ke tahap wawancara.

img_title Pramono Sebut LPDP Jakarta Dimulai Tahun Depan, Buka 75 Beasiswa ke Luar Negeri

Proses wawancara dilakukan oleh pihak Coventry University secara langsung dengan fokus pada topik riset yang akan diambil. Pada tahap awal, Wulan dan rekan-rekannya diminta untuk melakukan presentasi terkait proposal riset.

“Setelah proses tersebut, tiga orang akhirnya berhasil lolos dan mendapatkan beasiswa Master by Research ini. Dua dari PNJ dan yang satu dari Politeknik Negeri Batam,” tambah Wulan.

img_title Nadiem Ibaratkan Timnya di Kemendikbudristek Layaknya Mahasiswa Demo: Tuntut Perbaikan Justru Ditangkap

Wulan berharap, dirinya bisa menemukan peluang untuk berkontribusi pada bidang industri yang sesuai dengan keahliannya sepulang dari S-2 ini.

img_title Kembangkan SDM Anak Bangsa, IWIP dan WBN Gelar Program Beasiswa Bagi Mahasiswa Maluku Utara

Kembali ke Taiwan

Selain Wulan, alumni IISMA lain yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan S-2 berkat IISMA adalah Mukhammad Jamaludin atau Jamal. Ia merupakan alumnus mahasiswa Jurusan Automation Engineering dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) sekaligus awardee IISMA tahun 2022 di Asia University, Taiwan.

Saat ini, Jamal tercatat sebagai mahasiswa program Master by Research setelah berhasil mengantongi beasiswa Research by Professor di National Chung Hsing University, Taichung, Taiwan. Berbeda dengan Wulan, kampus Jamal saat ini memang bukan host university saat ia IISMA dahulu.

Meski demikian, Jamal merasa kesempatan melanjutkan studi S-2 di Taiwan saat ini tidak bisa dilepaskan dari keikutsertaannya pada program IISMA. Dengan bekal ilmu dan pengalaman selama menjalani program IISMA, Jamal berhasil meyakinkan profesor Wu-Yang Sean yang kemudian memberinya tiket untuk menempuh program Master by Research di kampusnya saat ini.

“Awalnya salah satu dosen kami mendapatkan informasi bahwa rekan profesornya menawarkan beasiswa Research by Professor untuk 5 mahasiswa dari Jurusan Teknik Kelistrikan Kapal, baik Program Studi Teknik Otomasi maupun Program Studi Teknik Kelistrikan Kapal," kata Jamal.

Jamal yang sejak awal memang tertarik untuk melanjutkan studi S-2 kemudian mengajukan diri dan mengirim berkas-berkas yang diperlukan. Rupanya Profesor Wu-Yang Sean tertarik memberikan beasiswa kepada Jamal setelah melihat curriculum vitae (CV) Jamal. Di CV tersebut, Jamal mencantumkan informasi bahwa dia pernah melakukan student exchange ke Taiwan dan mengikuti industrial experience di TISM (Taiwan Intelligence Smart Manufacturing).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut