Fenomena Cek Khodam di Media Sosial, MUI Peringatkan Bahaya Awal Kemusyrikan

Ramai fenomona cek khodam
Sumber :
  • IST

Jakarta – Belakangan ini fenomena "cek khodam" telah menjadi tren yang viral di media sosial, khususnya di platform seperti TikTok

img_title 7 Game Terbaru Viral 2026, Evolusi Teknologi yang Membuat Pengalaman Bermain Semakin Imersif dan Kompetitif

Banyak masyarakat yang penasaran dan berpartisipasi dalam cek khodam dengan harapan pengguna mengetahui apakah mereka memiliki khodam atau tidak dan apa khodamnya.

Dalam siaran langsung yang viral tersebut, si pembaca khodam hanya menggunakan suara dan menyebutkan nama-nama para penonton yang menuliskan namanya.

img_title Banyak WNA di Karawang Masuk Islam, MUI Lapor Imigrasi

Menanggapi fenomena cek khodam di media sosial yang viral, pengurus Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Muhammad Nur Hayid mewanti-wanti soal bahayanya yang dapat berakibat fatal secara akidah.

Cara cek khodam

Photo :
  • Instagram
img_title Siapkan RUU, MUI Usul Istilah LGBT Diganti LGSP

Muhammad Nur Hayid menjelaskan, dalam pandangan islam, khodam itu sesungguhnya Allah telah ciptakan ada, akan tetapi khodam dalam konteks islam bukan seperti yang viral di media sosial.

"Khodam dalam Islam punya makna sebagai makhluk yang Allah ciptakan yang bertugas untuk mengawal manusia. Dalam tradisi pesantren, terutama pesantren Nahdlatul Ulama, sejak kecil itu ada khodam jin dan khodam malaikat," ujar Muhammad Nur Hayid dikutip Apa Kabar Indonesia Siang TvOne.

Ia menjelaskan, khodam malaikat didapatkan karena pertolongan Allah dari istikamah dalam beramal saleh, seperti membaca Quran, doa-doa dan amalan soleh lainnya.

Sedangkan khodam jin, samsung Nur Hayid, untuk menggoda dan untuk keburukan yang merupakan itu jin kafir.

Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat juga menyinggung soal khodam leluhur dalam perspektif jawa yang sering disebut Sedulur Papat Limo Pancer.

"Tradisi Jawa satu rangkaian dari bayi yang keluar saat dilahirkan itu dikubur, kalau malam dikasih lampu. Itu adalah bagian dari kearifan lokal, bahwa kita tidak boleh abai dengan lingkungan," ucap Nur Hayid.

Bahaya Cek Khodam di Media Sosial

Pengurus Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Muhammad Nur Hayid menjelaskan, percaya cek khodam di media sosial menurutnya sama saja dengan percaya kepada dukun ataupun ramalan lainnya.

"Percaya sama khodam bukan musyrik, percaya sama khodam sebagai sebuah kehendak dan takdir dari Allah tidak masalah, bahwa masing-masing kita ada khodam," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut