Bukti CCTV, Ponpes Al Aziziyah Diduga Abaikan Santriwati Korban Perundungan hingga Meninggal
- VoxPop.co.id/Satria Zulfikar (Mataram)
“Karena kami tim kuasa belum temukan informasi itu dari siapapun kecuali pengakuan sepihak pengurus Ponpes di hadapan media tanggal 24 Juni 2024. Kami yakin, seandainya pihak Ponpes peduli dan tidak abai tanggungjawabnya, maka tidak akan terjadi hal buruk ini,” katanya.
Indikasi Kuat
Sebagai informasi, pada Rabu, 26 Juni 2024 keterangan Dokter RSUD Dr. R. Soedjono Selong Lombok Timur, menegaskan bahwa ada benturan benda tumpul di kepala bagian kiri anak korban.
Ini mengindikasikan bahwa terjadi kekerasan terhadap anak korban yang kesehariannya hidup di asrama dan sekolah di Ponpes Al Aziziyah sehingga proses hukum kasus ini naik dari penyelidikan ke penyidikan.
Yan menegaskan ini sekaligus membantah keterangan awal pengurus Ponpes yang berkata apa yang dialami anak Nurul Izatih bukan karena kekerasan, tapi karena mencongkel jerawat di hidungnya menggunakan jarum pentul.
“Dengan fakta-fakta tersebut, Kami meminta jangan sampai ada pihak tertentu mengarahkan kasus kekerasan ini terjadi di luar Ponpes, apalagi menuduh jarum pentul sebagai pelaku kekerasannya,” katanya.
“Rusak logika kita dibuat hanya demi menjaga nama baik lembaga tertentu,” tegasnya.
