Kemenag Sebut Tenda Jemaah Haji di Mina Sudah Padat Sejak Zaman Nabi

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Rahmat Fatahillah Ilham

Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan bahwa tenda jemaah Haji di Mina, Arab Saudi memang sudah terjadi kepadatan sejak zaman Nabi. Ia pun mengakui Kementerian Agama masih fokus mengurus tenda di Mina agar tetap nyaman ditempati oleh jemaah haji dari Indonesia. 

img_title Kuasa Hukum Yaqut: Pelimpahan Berkas ke Pengadilan Bukan Bukti Kesalahan, Baru Awal Pembuktian

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief mengatakan salah satu tantangan pihaknya menjadi penyelenggara haji adalah kepadatan tenda di Mina, Arab Saudi.

"Memang di Mina itu lah yang menjadi paling challenging, paling menantang, kepadatannya, kemudian juga luasannya. Nah, luasan Mina ini segitu-gitunya. Dulu pernah diperluas, sampai sekarang juga pernah diperluas," kata Latief di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat pada Senin, 15 Juli 2024.

img_title Sidang Perdana Kasus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut Digelar Selasa 11 Agustus

Jemaah haji memulai awal prosesi haji dari kawasan Mina, Kota Mekah

Photo :
  • spA

Di sisi lain, Latief mengatakan Kerajaan Arab Saudi membagi kawasan Mina menjadi 5 zona untuk jemaah haji. Pembagian zona itu pun, kata dia, baru diberlakukan pada tahun 2024.

img_title Kasus Korupsi Kuota Haji Segera Disidang, Yaqut Siap Bongkar Fakta di Pengadilan

"Nah, kami dari Kemenag sudah melakukan telaah terhadap situasi di Mina tersebut dan saat ini Mina dibagi menjadi 5 zona. Kapan itu mulai dibaginya? Tahun ini. Tahun lalu? Tidak ada," kata Latief.

Ia kembali menjelaskan, zona I dan zona II diperuntukkan bagi jemaah khusus yang dikenakan biaya lebih besar.

"Apa reguler bisa di situ? Reguler dan khusus itu hanya masalah layanan, ya bisa, tapi bayarnya mesti jadi mahal sekali, kan gitu. Jadi, di situlah Alhamdulillah proses lempar jumrah jemaah cukup lancar, bisa diatur karena Indonesia dikenal dengan jemaah haji yang paling mudah untuk diatur, proses jumrah lancar," ujar dia.

Sementara zona III, zona IV dan zona V memang zona yang biasa dipakai oleh jemaah haji sejak dulu. "Zona III, IV, dan V. Yang zona III dan IV itu adalah zona yang biasa kita gunakan bertahun-tahun yang jalurnya adalah terowongan untuk melempar jumroh," ujarnya.

Lantas, Latief mengatakan bahwa kepadatan jemaah di tenda Mina sudah terjadi sejak zaman Nabi. Ia pun mengaku mendapat laporan jika tenda di Mina memang kurang sesuai dengan kapasitas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut