Penutupan MTQN di Samarinda, Momen Bersejarah yang Masuk Rekor MURI
- Istimewa
“Alhamdulillah, semua berjalan sesuai harapan. Ini adalah bukti bahwa teknologi drone bisa membawa perubahan besar dalam industri hiburan karena pertunjukan drone adalah pertunjukan yang sangat ramah lingkungan," jelas Mei.
Dia menyampaikan pertunjukan drone lebih menarik dibanding pesta kembang api. Ia mengatakan demikian karena melalui pengoptimalan teknologi, pertunjukan drone juga jadi semakin aman. "Dan pertunjukan drone merupakan gabungan dari teknologi dan seni ntuk membuat kemegahan serta mendorong kreatifitas generasi muda di Indonesia,” lanjut Mei.
Sementata, Ketua Regional Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) Kaltimtara, Ismail Fahmy Almadi, mengatakan, pertunjukan penutupan MTQN di Samarinda juga jadi momen edukasi bagi generasi muda. Kata dia, banyak mahasiswa teknik lingkungan yang terlibat dalam proses persiapan dan pelaksanaan.
Selain itu, mereka juga belajar langsung tentang penggunaan teknologi drone dalam skala besar.
“Meski sempat menghadapi kendala bahasa dengan tim teknis dari Singapura, kami berhasil mengatasi semua tantangan dan menampilkan pertunjukan yang tidak hanya indah, tetapi juga aman dan sesuai rencana,” jelas Ismail.
Adapun formasi-formasi drone tak hanya menampilkan lafaz Allah dan Muhammad, tetapi juga berbagai simbol lainnya, seperti logo MTQ dan burung Garuda yang mengepakkan sayapnya di langit Samarinda. Ribuan penonton yang hadir dibuat terpesona melihat perkembangan teknologi yang mampu menghadirkan hiburan visual dalam bentuk modern dan futuristik.
