Gus Salam Bilang MLB NU Rencananya Bakal Digelar di Surabaya

Mantan Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur (Jatim) Gus Salam
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop - Ketua Presidium Penyelamat Organisasi dan Muktamar Luar Bisa Nahdlatul Ulama (PO & MLB NU) KH. Abdussalam Shohib alias Gus Salam memastikan MLB NU siap digelar. Presidium PO dan MLB NU juga sudah bersilaturahmi dengan ulama, kiai sepuh hingga tokoh dan para senior Jam’iyyah NU.

img_title Prabowo Target Tutup 800 BUMN Merugi, Klaim Bisa Hemat Triliunan

"Kepada beliau-beliau, presidium berbagi perspektif tentang dinamika ke-Indonesia-an dan ke-Jamiyyah-an Nahdlatul Ulama; memohon doa restu dan dukungan atas gerak langkah menjalankan ‘Risalah Amanat Bangkalan’, yakni penyelamatan organisasi dan Muktamar Luar Biasa NU," kata Gus Salam, Jumat, 1 November 2024.

Dia menjelaskan, Presidium PO dan MLB NU sengaja tak memperlihatkan pergerakannya karena menghormati terselenggaranya beberapa agenda besar di Tanah Air seperti pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, disusul Kabinet Merah Putih secara bertahap. 

img_title Seloroh Prabowo: Kalau Belajar Politik Harus Belajar dari NU!

Lalu, ada juga kegiatan berupa konsolidasi kepemimpinan Retreat Kabinet Merah Putih selama empat hari di Hambalang hingga Magelang jadi model dan pola kepemimpinan nasional. 

"Semua komponen rakyat Indonesia menghormati dan menyaksikan ritual ‘ganti pemimpin’ itu dengan seksama. Berjalan lancar, mulus dan memikat harapan bahwa Indonesia akan segera berubah," jelas Gus Salam. 

img_title Blak-blakan! Prabowo Ungkap Biang Kerok Rupiah Melemah

Presidium Penyelamat Organisasi dan MLB Nahdlatul Ulama.

Photo :
  • Istimewa

Lebih lanjut, dia menuturkan, Presidium PO & MLB NU juga menyaksikan dan mengikuti semua agenda nasional itu dengan suka-cita. Kata dia, ada harapan besar kepada Presiden Prabowo Subianto agar mengikuti dan meneladani para pendahulu bangsa.

"Doktrin kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menggelegar dalam pidatonya yang mengajak para pemimpin bangsa untuk menatap ancaman dan bahaya dengan gagah-berani," tutur Gus Salam. 

Menurut dia, dalam dua pekan berjalan menuju 10 November yang bertepatan dengan hari Pahlawan, para santri Nusantara arus bawah mengekspresikan dan merefleksikan doktrin Resolusi Jihad, 22 Oktober 1945 yang dikenal dengan Hari Santri Nasional (HSN). 

Dia mengenang KH M. Hasyim Asy’ari yang mengajak semua saat itu bergerak gagah berani, menatap awas dan jeli, dalam menghadapi musuh.

Pun, dia menuturkan dalam road show silaturahim, tim presidium menilai ada kesamaan pandang dari para ulama-kiai sepuh, Masyayikh, tokoh dan senior NU. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut