Dinilai Tak Pantas Jadi Dokter, Alumni Unsri Desak Lady Aurellia Dikeluarkan Kampus usai Insiden Pemukulan
- Istimewa
“Kalau saya jadi konsulennya, saya tolak dan keluarkan koas itu. Kalau jadi dekannya, saya langsung keluarkan, tidak usah lagi kasih skorsing,” ujarnya.
“Etika nomor satu yang dimiliki jika ingin jadi dokter,” tambahnya.
Sebagai bentuk solidaritas terhadap korban, dr. Deni juga menyatakan kesiapan untuk membantu jika ada koas yang mengalami kekerasan atau pemukulan.
“Jangan takut, laporkan. Visum bisa dikenakan pidana terhadap pelaku pemukulan itu. Kalau ada koas saya yang diperlakukan seperti itu, saya siap pasang badan,” katanya dengan tegas.
Kejadian ini menambah panjang deretan masalah yang menyangkut dunia pendidikan kedokteran, khususnya di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, yang kini mendapat sorotan besar terkait penegakan etika dan perlakuan terhadap mahasiswa yang menjalani praktik di rumah sakit.
