Kronologi Siswa SD Disuruh Belajar di Lantai Kelas: Tega Kali Gurunya
- VoxPop.co.id/B.S. Putra (Medan)
Kamelia mengaku sebelumnya sudah meminta dispensasi atau penundaan pembayaran uang SPP selama tiga bulan, terhitung bulan Oktober, November dan Desember 2024, kepada Kepala Sekolah SD Swasta Abdi Sukma, Juli Sari.
Kemudian, kata dia, sudah mendapatkan izin untuk mengikuti ujian akhir semester tanpa mendapatkan rapor.
“Sebelum Natal 2024, itu ujian. Saya memang belum bayar uang sekolah abang dan adiknya masing-masing tiga bulan. Saya sempat minta dispensasi kepada Kepala Sekolah agar anak bisa ikut ujian. Alhamdulillah dikasih ujian,” ungkap Kamelia.
Rapor tidak diambil, Kamelia mengatakan tidak ada uang untuk membayar SPP. Bahkan, dia pun tidak ada memiliki pekerjaan tetap.
“Pada saat pembagian rapor karena masih merasa belum lunas (uang SPP), saat itu saya sedang sakit makanya enggak bisa ke sekolah. Lalu, libur sampai 6 Januari 2025,” ucap Kamelia.
Kemudian, Kamelia menjelaskan Wali Kelas MI yaitu H mengirim pesan ke grup WhatsApp para orang tua siswa. Pesan itu menyebutkan para pelajar yang belum membayar uang SPP, uang buku, dan tidak mengambil rapor itu tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran.
Selanjutnya, Kamelia mengirimkan pesan suara ke H dengan maksud memberikan dispensasi kepada MI agar bisa mengikuti pelajaran. Pada 6 Januari 2025, para siswa di SD Swasta Abdi Sukma kembali masuk sekolah. Namun, H kembali mengirim pesan imbauan serupa lewat grup WhatsApp.
“Akhirnya, saya kirim voice note secara pribadi. Saya berkata, izin belum bisa datang hari ini mungkin besok,” kata Kamelia.
Lantaran MI belum membayar tunggakan uang SPP, Gurunya pun melarang MI untuk mengikuti pelajaran. Namun, MI tetap ingin mengikuti pelajaran di sekolah dan dia terpaksa duduk di lantai kelasnya sejak 6 Januari 2025.
“Sampai hari Rabu, 8 Januari 2025, saya bilang ke MI untuk datang ke sekolah. Saya bilang mau coba jual handphone untuk bayar SPP dan uang buku. Terus, anak saya bilang kalau dia malu. Malu karena didudukkan di lantai,” ungkapnya.
Sementara Kepala Sekolah SD Swasta Abdi Sukma, Juli Sari mengatakan sudah meminta maaf kepada ibu MI, yakni Kemalia saat dirinya mendatangi sekolah pada Rabu pagi, 8 Januari 2024.
