Jumlah Perokok RI Kedua Tertinggi di Dunia, Pemerintah Perlu Strategi Lain untuk Tekan Angka Kematian
- VoxPopnews/Anhar Rizki Affandi
Untuk di Swedia, ia mencontohkan tingkat merokok menurun dalam 15 tahun terakhir. Penurunan itu dari 15 persen menjadi 5,3 persen.
“Pemerintah kita terlalu ketat dalam memandang produk tembakau alternatif ini, hanya jalan dengan paradigma tidak boleh merokok. Namun, fakta di lapangan, selama rokok masih diizinkan, perlu opsi menurunkan risiko dalam bentuk lain," lanjut Ronny.
Kemudian, ia mengatakan upaya itu jadi bagian yang dilakukan untuk menurunkan risiko dan dampak buruk penggunaan tembakau. Konsep THR yang dinilai masih asing juga perlu diperkenalkan kepada masyarakat.
Dijelaskan dia, sosialisasi itu dengan pengetahuan manfaatnya bagi perokok untuk beralih hingga akhirnya benar-benar berhenti merokok.
Maka itu, ia menekankan pemerintah perlu mendukung penelitian agar mereka bisa mencurahkan fokus terhadap keberadaan produk tembakau alternatif.
