Menteri Hingga Bupati Kompak Segel Tempat Wisata di Puncak Karena Langgar Alih Fungsi Lahan

Menteri, Gubernur hingga Bupati Kompak Segel Tempat Wisata di Kabupaten Bogor
Sumber :
  • Antara

Bogor, VoxPop - Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga Bupati Bogor Rudy Susmanto, kompak menyegel empat tempat wisata di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, karena melanggar alih fungsi lahan.

img_title 35 ribu Koperasi Merah Putih Mulai Beroperasi September, Menko ZUlhas Tegaskan Bukan Supermarket

"Dalam rangka kami dari LH dapat aduan masyarakat begitu banyak, dan juga dampak banjir yang terjadi luar biasa dalam rangka juga menegakkan aturan hukum Undang-Undang berlaku," kata Zulhas usai melakukan penyegelan pada Kamis, 6 Maret 2025.

Menteri, Gubernur hingga Bupati Kompak Segel Tempat Wisata di Kabupaten Bogor

Photo :
  • Antara
img_title Dedi Mulyadi Tegaskan Nama Jawa Barat Tetap, Bantah Isu Provinsi Berganti Jadi Tatar Sunda atau Pasundan

Adapun, lokasi yang disegel yang pertama yakni Pabrik Teh Ciliwung di Telaga Saat, Hibisc Fantasy, bangunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 Agro Wisata Gunung Mas dan Eiger Adventure Land. Kemungkinan, lokasinya akan bertambah untuk disegel.

"Empat hari ini, besok mungkin nambah lagi," ujarnya.

img_title Lagunya Banjir Kritik, Dedi Mulyadi Desak Om Zein Tanggung Jawab: Masalahnya Bapak Bupati

Sementara Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyebut ada indikasi pelanggaran pidana yang dilakukan dalam pembangunan empat wisata yang disegel ini. Tentu, kata dia, pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam.

"Jadi indikasi pidananya sudah ada. Jadi kami akan menuntut dua hal terkait dengan semua tenant yang disita oleh Pak Menko dan Pak Gubernur," ungkap Hanif.

Berdasarkan hasil kajian, kata dia, keempat bangunan itu telah berkontribusi menyebabkan banjir dengan kerugian material yang cukup besar dan satu korban jiwa. Sehingga, lanjut dia, Menko Zulkifli Hasan meminta supaya dilakukan analisis secara detail terkait penggunaan lahan tersebut.

"Ini pemerintah pusat tidak boleh diam, kita harus mengambil langkah-langkah serius dan kejadian ini sudah berulang ulang. Artinya, alam telah mengkalibrasi bahwa kalau kita berbuat seperti ini terus bencana di hulu di hilir cukup besar," jelas dia.

Kata dia, penyegelan ini akan terus berlanjut di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, mulai dari kawasan hulu di Puncak hingga hilir di wilayah Jakarta.

"Kita di segmen satu dari DAS Ciliwung. Nah, segmen hulu ini ada di Kabupaten Bogor, kemudian segmen ke dua ada di Kota Bogor, segmen tiganya Kabupaten lagi, segmen empatnya Depok, segmen lima dan enemnya di Daerah Khusus Jakarta," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut