Siswa SMK Berhasil Luncurkan Roket Amatir, TNI AU Beri Apresiasi
- Istimewa
Selama program tersebut, dua mentor dari Tim Nanosat Surya Satellite-1 yang bernaung di bawah Departemen Space Technology PSN, Afiq Herdika Sulistya dan Muhammad Zulfa Dhiyaulhaq, mendampingi Tim Mengangkasa.
Sebagai bagian dari tugas akhir program internship di PSN, sekaligus menjadi syarat kelulusan dari SMKN 4 Pontianak, Tim Mengangkasa mengembangkan Roket Nusantara dengan target ketinggian 900 meter menggunakan bahan bakar Ammonium Nitrate Composite Propellant (ANCP).
Sebelum tahap peluncuran, Tim Mengangkasa terlebih dahulu melakukan serangkaian uji static engine pada 24 Desember 2024 di fasilitas PSN di Cikarang, Jawa Barat, guna memastikan performa roket optimal. Setelah fase ini dilalui, Tim Mengangkasa melakukan uji coba peluncuran dalam 2 batch yang berlokasi di Air Weapon Range (AWR), Lumajang, Jawa Timur.
Peluncuran batch 1 dilakukan pada 16-17 Januari. Pada fase ini, Tim Mengangkasa dua kali melakukan uji peluncuran. Pada peluncuran kedua, Roket Nusantara 0.2 mencapai ketinggian 76 meter. Kemudian, batch 2 dilakukan pada 25-26 Februari 2025 dengan tiga kali uji coba peluncuran Roket Nusantara. Pada uji peluncuran yang terakhir, Roket Nusantara 0.5 meluncur lebih dari 1 kilometer di udara dengan kecepatan subsonik sebesar 200 meter per detik.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI M. Tonny Harjono yang telah memberikan dukungan kepada PSN sehingga Tim Mengangkasa dapat melakukan serangkaian uji coba Roket Nusantara di Air Weapon Range," ujar Adi Rahman.
Menurut Adi Rahman, pihaknya juga siap menjalin kolaborasi dengan sekolah-sekolah menengah kejuruan di Indonesia, perguruan tinggi, dan pemerintah untuk menciptakan proyek roket amatir dan pengembangan teknologi antariksa lainnya untuk mendukung kemajuan industri antariksa nasional.
