Gubernur Lemhannas Sebut Rasa Syukur Perkokoh Ketahanan Nasional
- Istimewa
Yang kedua, kata Kang Ace, kaum Tsamud yang bisa menghiasi dinding-dinding gunung. Mereka mampu membuat desain interior dan ekterior luar biasa. Jika pernah berkunjung ke Petra, Yordania, dikaitkan dengan kaum Tsamud.
"Di Petra, Yordania, gunung batu dihias sangat indah. Sampai sekarang masih kokoh, diukir, dilukis luar biasa," ucapnya.
Yang ketiga, ujar Kang Ace, adalah bangsa Mesir yang dipimpin Firaun, yang mampu membangun bangunan megah dan kokoh, yaitu, Piramida.
"Bisa dibayangkan, tiga bangsa besar dengan peradaban yang sampai saat ini bisa kita lihat, tetapi mereka dihancurkan. Mereka sombong, kufur terhadap nikmat Allah. Karena merasa kebesaran sebuah bangsa karena dirinya sendiri sehingga menjadi sangat arogan. Tidak mengikuti apa yang diperintahkan Allah, sehingga dengan sombong berjalan di muka Bumi," ujar Kang Ace.
Gubernur Lemhannas RI menuturkan, tetapi ada juga kaum yang dipuji oleh Allah. Namun kemudian karena kaum tersebut kufur lagi, juga menjadi binasa, yaitu, kaum Saba. Itu tercermin dalam Alquran, Surat Saba', ayat ke-15.
Alquran menggambarkan, Saba makmur, tanahnya subur. Kanan kiri jalan merupakan kebun-kebun yang luar biasa subur. Bahkan dalam tafsir Athabari, saking suburnya, kalau berjalan satu kilometer dengan keranjang di kepala, keranjang itu akan penuh dengan buah-buahan.
Negeri Saba' di Yaman, memiliki sistem irigasi atau pengairan modern membentang dari Saba hingga Etiopia yang dapat mengairi seluruh kebun-kebun sehingga subur. Saba' yang eksis 8 abad Sebelum Masehi telah menguasai teknologi pengairan modern. Jadi luar biasa sekali.
"Kaum Saba ini merupakan kaum yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Negeri yang baik, adalah negeri yang di dalamnya rezeki melimpah, kesejahteraan terbangun dengan baik karena kesuburan alam. Tapi ingat di dalamnya adalah kekuatan Allah yang selalu memberikan rezeki," tuturnya.
Jadi artinya, kata Kang Ace, di balik sebuah negeri yang gemah ripah loh jinawi, baldatun thayyibah, itu pasti ada kekuatan yang memberikan nikmat. Tetapi, kaum Saba' lupa dengan Tuhan. Mereka berpaling. Allah pun mendatangkan banjir yang besar akibat runtuhnya bendungan.
