Miris! Gak Ada Dokter Kandungan saat Libur Lebaran, Pasien Hamil di Kota Bima Keguguran

Suasana ruang IGD di RSUD Kota Bima (Satria)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Satria Zulfikar (Mataram)

Bima, VoxPop – Seorang pasien asal Kelurahan Tanjung, Kota Bima, NTB, mengalami keguguran lantaran tidak ada satu pun dokter kandungan yang ditemui di Puskesmas dan rumah sakit saat momen libur lebaran.

img_title Perluas Segmen, Prospace Ekspansi Pasar Logistik Interior ke Fasilitas Rumah Sakit dan Pendidikan

Pasien berinisial A (40 tahun) mengalami pendarahan usai kehamilannya menginjak dua bulan. Awalnya, pada Rabu 2 April 2024 malam, A mengalami sakit di perut bagian bawah. Sesaat kemudian, bercak darah keluar saat buang air seni.

Ditemani suami Pasien, Haris, A dilarikan ke IGD Puskemas Paruga Kelurahan Dara Kota Bima Pukul 23.00 Wita. Hasil pemeriksaan petugas jaga, pasien alami pendarahan ringan.

img_title Terkendala Biaya, Korban Penyekapan di Bandung Terancam Tak Bisa Lanjutkan Perawatan di RS

Pasien hanya ditangani dua perawat jaga IGD. Dokter umum hanya melakukan pemeriksaan luar, tanpa berani memberikan tindakan.

"Untuk bisa dapat tindakan, harus dilakukan USG. Tapi petugas masih libur. Kami diminta datang lagi tanggal 8 April," ujar Haris menirukan keterangan perawat.

img_title Gibran Janji Bangun Rumah Sakit Tipe C di Kabupaten Asmat Papua

Pihak Puskesmas tidak berani merekomendasikan obat, karena obat harus dari rekomendasi dokter kandungan.

"Setidaknya kami bisa dapat kepastian kalau dilarikan ke RSUD Kota, ada dokter kandungan," ungkapnya.

Tapi kabar yang didapat, dokter kandungan sedang cuti. Informasi diterima, ada empat dokter kandungan yang bertugas di Kota Bima. Namun semuanya izin. Mulai dari izin cuti, izin sakit, hingga izin ibadah keagamaan.

Puncaknya Jumat 4 April 2025 sekitar Pukul 01.10 Wita, A mengalami pendarahan, bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Akhirnya A dilarikan ke RS Kota Bima, dengan harapan dapat penanganan lebih lanjut.

"Sesuai perkiraan sebelumnya, petugas piket bilang, enggak ada dokter kandungan. Akhirnya ditangani petugas medis yang siaga," katanya.

Begitu mendapat penanganan medis, didapati gumpalan daging keluar bersamaan dengan pendarahan pasien.

Menurut petugas medis, gumpalan daging berair itu adalah janin yang sel-selnya tidak aktif lagi.

"Istri saya dinyatakan keguguran," katanya.

Petugas medis RSUD Kota Bima menyarankan untuk USG ke dokter kandungan yang diperkirakan akan masuk Jumat sore. Tujuannya untuk memastikan tindakan lanjutan untuk mencegah terjadi pendarahan.

Atas kejadian ini, Haris mengaku tidak menyalahkan pihak mana pun. Dokter kandungan yang terbatas, harus ada solusi dari pihak Rumah Sakit maupun Pemkot Bima.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut