Respons Gus Ipul Soal Usulan Vasektomi Jadi Syarat Penerima Bansos: Kita Pelajari, Idenya Baik
- VoxPop.co.id/Yeni Lestari
Dedi menegaskan, kalau tidak punya kemampuan untuk membiayai kelahiran, membiayai kehamilan, membiayai pendidikan maka jangan dulu ingin menjadi orang tua. Sehingga kelahirannya diatur dengan maksud menekan angka kemiskinan.
“Nah, kalau orang tidak punya kemampuan untuk membiayai kelahiran, membiayai kehamilan, membiayai pendidikan, ya jangan dulu ingin menjadi orang tua dong. Untuk itu agar kelahirannya diatur dan angka kemiskinan turun, karena hari ini kan yang cenderung anaknya banyak tuh cenderung miskin,” ujarnya.
Dedi menuturkan, para suami juga ikut berperan dalam mengikuti program KB sebagai bentuk tanggung jawab terhadap diri dan keluarga. Dia tidak ingin beban untuk mengikuti program KB hanya dibebankan pada perempuan saja.
“Maka para penerima bantuan sosial, apakah nanti bantuan biaya kelahiran, bantuan rumah sakit, bantuan listrik, bantuan pangan non tunai, bantuan perumahan, bantuan tanah, bantuan beasiswa untuk anaknya, saya harapkan yang laki-lakinya loh, saya harapkan suaminya atau ayahnya yang ber-KB, sebagai bentuk tanda tanggung jawab terhadap diri dan keluarganya. Jangan terus-terusan dibebankan pada perempuan, gitu lho,” katanya.
