Menkes Bantah Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin TBC Bill Gates
- Dok Kemenkes
Dengan partisipasi aktif dalam uji klinis, Indonesia juga mengincar keuntungan strategis, seperti produksi vaksin dalam negeri oleh Bio Farma. “Kalau vaksin ini berhasil, Indonesia bisa jadi negara prioritas untuk memproduksi sendiri. Ini bukan hanya soal menyelamatkan warga kita, tapi juga memberi akses untuk dunia,” katanya.
Terkait kekhawatiran vaksin tidak cocok secara genetik, Menkes memastikan bahwa alasan Indonesia ikut dalam uji coba justru untuk memastikan kesesuaian. Ia mencontohkan kasus vaksin malaria yang tidak efektif di Indonesia karena dikembangkan untuk populasi Afrika.
“Kita nggak mau kecolongan lagi. Kita pengen aktif supaya vaksinnya juga cocok buat orang Indonesia.”
Ia juga membantah isu liar soal adanya pabrik vaksin di Singapura. “Itu hoaks. Pabriknya masih dibangun di Amerika, tapi kita dorong agar nanti produksinya bisa dilakukan di Indonesia.”
Lebih jauh, Menkes menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan vaksin TBC bisa masuk program nasional sebelum 2029. “Kalau sudah terbukti aman dan efektif, tentu kita akan masukkan ke program. Karena ini penyakit menular paling mematikan, lebih parah dari malaria,” tegasnya.
Diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan pendiri Microsoft Bill Gates sedang mengembangkan vaksin Tuberkulosis (TBC). Nantinya, Indonesia akan menjadi salah satu tempat uji coba vaksin yang dikembangkan Bill Gates itu.
Hal itu disampaikan Prabowo saat melakukan pertemuan dengan Bill Gates di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 7 Mei 2025.
“Beliau sedang kembangkan vaksin TBC, untuk dunia, Indonesia akan jadi salah satu tempat yang akan diuji coba," ucap Prabowo.
