Prabowo Dijadwalkan Hadiri Pembukaan Konferensi Parlemen OKI Besok
- ANTARA
Jakarta, VoxPop – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Mardani Ali Sera menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan menghadiri pembukaan konferensi Persatuan Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 yang digelar di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta. DPR menjadi tuan rumah pada perhelatan PUIC tahun ini.
Pelaksanaan PUIC ke-19 juga sekaligus menandakan keketuaan DPR pada forum Uni Parlemen Negara-negara OKI. Secara otomatis, Ketua DPR RI Puan Maharani mengemban tugas sebagai Presiden PUIC ke-19.
Puan akan memimpin inagurasi pembukaan PUIC ke-19, di mana Presiden Prabowo direncanakan akan memberikan sambutan dan membuka konferensi forum parlemen negara OKI ini.
Presiden RI Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 5 Mei 2025
- VoxPop.co.id/Yeni Lestari
"Pak Prabowo Insya Allah confirm akan hadir, tentu ditemani oleh Mbak Puan sebagai tuan rumah, dan message-nya sama, Indonesia siap untuk jadi negara yang menjadi jembatan bagi semuanya, menuju kemakmuran yang sama, perdamaian bersama," kata Mardani Ali Sera di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 13 Mei 2025.
Mardani menyebutkan, kesempatan ini sebagai momen emas bagi DPR sebagai tuan rumah untuk memainkan peran strategis dalam diplomasi antarnegara Islam.
"Kita bahagia sekali dapat meng-host hampir 450 anggota DPR dari negara-negara OKI, dari 38 negara dan 10 negara observer,“ tuturnya.
Mardani pun menekankan bahwa pesan utama dari konferensi ini adalah ajakan untuk melakukan introspeksi dan pembenahan dari dalam. Ia menegaskan bahwa negara Muslim yang tergabung dalam PUIC harus bisa memiliki kekuatan sendiri.
"Message-nya, pesannya sederhana. Jangan cuma nyalahin Amerika, jangan cuma nyalahin orang-orang lain, jangan nyalahin Barat, jangan. Kadang-kadang masalahnya ada di kita,” kata Mardani.
“Kita belum punya tata kelola pemerintahan yang baik, kita belum punya institusi yang dipercaya, pertumbuhan ekonomi kita belum baik, transparansi, akuntabilitas belum baik, masyarakat miskin belum terlayani, pendidikan kita belum berkualitas. Kesimpulan kata kuncinya, PR-nya ada di kita,” ujarnya.
Maka itu, Mardani mengatakan DPR sebagai host ingin agar konferensi PUIC ke-19 dapat menjadi ajang bagi negara-negara OKI berdiskusi tentang tata kelola yang baik dan kelembagaan yang kuat sebagai pilar ketahanan sebagaimana tema dari pertemuan ini yaitu ‘Good Governance and Strong Institutions as Pillars of Resilience'.
