Hasan Nasbi soal Prabowo Sebut 'Londo Ireng': Itu Istilah Orang yang Suka Gaduh
- Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
Jakarta, VoxPop – Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi, Hasan Nasbi menjelaskan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto soal 'londo ireng'.
Dia menyebut istilah tersebut bukan ditujukan untuk masyarakat secara umum.
Hasan menyebut, istilah tersebut ditujukan bagi kelompok-kelompok yang diduga kerap membuat gaduh.
"Itu kan istilah saja untuk sebagian orang yang ya sepertinya kok lebih suka gaduh. Sepertinya kok lebih suka pesimis melihat kehidupan bangsa kita. Dan mereka kan ada yang berprofesi seolah-olah sama-sama kita kan gitu," ucap Hasan Nasbi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Juli 2026.
Dia juga menjelaskan maksud dari Presiden Prabowo yaitu mengingatkan masyarakat untuk bersatu dan kompak serta optimis dengan bangsa sendiri.
"Tidak memperbanyak kegaduhan, tapi justru memperbanyak kekompakan. Kita harus memperbanyak optimisme, mengurangi pesimisme, memperbanyak kepercayaan diri terhadap bangsa kita dan menghilangkan rasa-rasa pesimis lah. Sehingga kita bisa maju lebih cepat," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, istilah 'londo ireng' menjadi perbincangan publik usai Presiden Prabowo melontarkannya dalam pidato peringatan Harlah PKB di JCC, Senayan, pada Kamis, 23 Juli 2026.
Prabowo pada kesempatan itu mengatakan bahwa pemerintah tidak anti kritik. Namun, ada pihak-pihak yang tidak hanya menyampaikan kritik, tapi juga menggiring opini bahwa Indonesia berada dalam kondisi yang buruk.
Pihak-pihak tersebut menurut Prabowo merupakan bentuk baru dari 'londo ireng' yang pada zaman penjajahan merujuk pada orang Indonesia yang berpihak pada Belanda.
Dia juga menyebut profesi seperti wartawan, pengamat hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai contoh dari pihak yang dimaksud 'londo ireng'.
