8 Syarikah Disiapkan untuk Layanan Jemaah, Kunci Sukses Puncak Haji di Armuzna
- Syahdan Nurdin/MCH 2025
Pola Mobilisasi Kloter dan Syarikah
Untuk jemaah yang tergabung dalam gelombang pertama, mereka mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah dan tetap dikelompokkan berdasarkan kloter. Namun, saat bergerak dari Madinah ke Makkah, pengelompokan dilakukan berdasarkan Syarikah. Saat pemulangan nanti, jemaah akan kembali pada kloter asal.
Sementara itu, jemaah gelombang kedua yang mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah langsung diberangkatkan ke Makkah berdasarkan penempatan Syarikah sesuai hotel mereka.
Layanan Katering dan Kartu Nusuk
Selain itu, hingga saat ini PPIH mencatat sudah mendistribusikan lebih dari dua juta boks katering kepada jemaah haji Indonesia. Di antaranya, sekitar 1,578 juta boks diberikan di Madinah, dan 476 ribu boks di Makkah. Katering bercita rasa Nusantara tersebut tetap disajikan secara layak kepada seluruh jemaah tanpa terkecuali.
“Sajian katering bercita rasa nusantara ini diantarkan ke jemaah sesuai waktu penyajian untuk dinikmati bersama oleh jemaah, termasuk pasangan suami istri, orang tua dan anaknya, serta disabilitas dan lansia bersama para pendampingnya,” kata Muchlis.
Sementara itu, pemerintah juga tengah melakukan akselerasi distribusi kartu Nusuk, dokumen penting yang menjadi syarat mobilitas jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Sampai saat ini, ada 92.437 jemaah yang tiba di Arab Saudi. Namun, masih ada kartu Nusuk yang belum tersalurkan ke jemaah,” ungkap Muchlis.
PPIH bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan pihak Syarikah terus bersinergi agar seluruh kartu bisa segera terdistribusi.
“Kami melakukan akselerasi agar pendistribusian lebih cepat. Alhamdulillah setelah ada akselerasi, distribusi dan aktivasi kartu Nusuk capaianya meningkat,” paparnya.
Meski ada yang belum menerima kartu, Muchlis memastikan bahwa jemaah tetap dapat melaksanakan umrah wajib dengan pendampingan dari Syarikah.
Sinergi Indonesia – Saudi
Muchlis juga mengapresiasi perhatian tinggi yang diberikan pemerintah Arab Saudi terhadap jemaah haji Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah jemaah terbesar, sinergi antar negara menjadi sangat krusial dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji.
“Kami tidak lagi mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana mencari solusi bagi persoalan yang muncul di lapangan ini,” tutupnya.
