KSP Dorong Sinergi BUMDes-Koperasi Merah Putih untuk Majukan Ekonomi Desa
- Dok. Istimewa
“Kalau koperasi desa mau maju, tentu harus mengerjakan kegiatan usaha yang nyata dan dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemerintah desa dan pengurus koperasi untuk menyiapkan proposal bisnis yang berkualitas.
“Saya sudah sampaikan, teman-teman di desa harus bisa membuat proposal bisnis yang bagus, standar seperti bank-bank besar. Kalau proposal bisnisnya disetujui bank, berarti sudah top dan punya kelayakan usaha yang kuat,” ujarnya.
M. Qodari berharap, dengan skema pembiayaan berbasis proposal ini, risiko kredit macet dapat diminimalkan. “Kalau proposalnya bagus, usaha akan berjalan, kredit macet kecil, anggota sejahtera, dan pengurus juga aman,” jelasnya.
Selain meninjau, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk mendengar langsung aspirasi dan kebutuhan masyarakat desa.
“Diskusi hari ini sangat bermanfaat. Kita mendapat masukan nyata dari lapangan, bukan hanya yang makro dan normatif,” katanya.
Wakil Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari
- Dok. Istimewa
M. Qodari berharap program pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang ditargetkan mencapai 80.000 koperasi di seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia dapat segera terealisasi.
Temuan-temuan di Sragen ini, lanjutnya, akan menjadi bahan diskusi lintas kementerian dan lembaga, termasuk rapat tingkat menteri.
“Dari Sragen, mudah-mudahan ini bisa menginspirasi daerah lain. Dari Sragen untuk Indonesia,” pungkasnya.
Kunjungan Wakil Kepala Staf Kepresidenan ke Sragen ini menjadi bagian dari komitmen KSP untuk memastikan program-program strategis, termasuk pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, berjalan optimal dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa.
