Curahan Hati Ayah Juliana Marins: Putri Saya Ditinggal Pemandu Rinjani untuk Merokok!

Pendaki asal Brasil Juliana Marins bersama kedua orang tuanya
Sumber :
  • IG Manoel Marins

Brasil, VoxPop – Keluarga Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang tewas setelah jatuh dari tebing saat mendaki Gunung Rinjani, menuntut pertanggungjawaban guide atau pemandu rombongan Juliana bernama Ali Musthofa dan pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

img_title Polisi Tangkap 9 Pelaku Penganiayaan Pendaki Gunung Sibayak Karo hingga Tewas

Dalam wawancara eksklusif dengan program Fantastico milik TV Globo yang tayang akhir pekan lalu, ayah Juliana, Manoel Marins, mengungkap dugaan kelalaian yang menyebabkan nyawa putri mereka melayang.

Manoel menjelaskan putrinya saat itu memberitahu dia kelelahan mendaki dan meminta waktu untuk beristirahat. Ia menyalahkan perilaku pemandu wisata bernama Ali Musthofa yang justru meninggalkan Juliana sendirian di jalur pendakian hanya untuk merokok.

img_title TNBTS Evaluasi Standar Keamanan Transportasi Buntut Kecelakaan Maut Jip Wisata Bromo

"Juliana memberi tahu pemandu bahwa dia lelah dan pemandu itu berkata: 'duduklah di sini, tetaplah duduk'. Dan pemandu itu memberi tahu kami bahwa dia pergi selama 5 hingga 10 menit untuk merokok. Merokok! Ketika dia kembali, dia tidak dapat melihat Juliana lagi," kata Manoel Marins, ayah Juliana.

Juliana Marins bersama teman-temannya saat mendaki Gunung Rinjani

Photo :
  • X
img_title Detik-detik Menegangkan Pendaki Malaysia Jatuh di Gunung Rinjani Dievakuasi Pakai Helikopter

Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025, sekitar pukul 04.00 pagi. Namun, sang pemandu baru kembali mengamati situasi dan mengirim video kondisi Juliana kepada atasannya pada pukul 06.08 pagi.

Manoel menyesalkan lambannya tindakan dari pemandu dan otoritas Gunung Rinjani untuk memberikan pertolongan kepada Juliana. Menurutnya, tim pertolongan pertama baru dihubungi sekitar pukul 08.30 pagi, dan baru tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 siang.

"Satu-satunya perlengkapan yang mereka miliki adalah tali. Mereka melemparkannya ke arah Juliana. Kemudian, karena putus asa, pemandu mengikatkan tali di pinggangnya dan mencoba turun tanpa berlabuh," ujar Manoel Marins

Tim dari Badan SAR Nasional (Indonesia) baru dikerahkan setelahnya dan, menurut pihak keluarga, baru tiba di lokasi sekitar pukul 19.00 malam. Jenazah Juliana baru berhasil ditemukan dua hari setelah kejadian, pada Rabu pagi. Diperkirakan, ia telah meninggal 12 hingga 24 jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.

Pemandu dan TNGR ‘Pelakunya’

Dalam pernyataannya, Manoel menegaskan bahwa pihak yang paling bertanggung jawab adalah pemandu Ali Musthofa yang meninggalkan Juliana selama 40-50 menit dalam kondisi lelah dan tidak stabil. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut