Dua Warga Tewas Tersengat Listrik saat Banjir Menerjang Mataram

Banjir di Kota Mataram, NTB, Minggu, 6/7
Sumber :
  • FB

Lombok, VoxPop – Banjir dahsyat yang menggenangi Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu, 6 Juli 2025, menyebabkan 6.700 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 30.000 jiwa terdampak dan dua orang dilaporkan meninggal dunia.

img_title Jaksa Melawan, Bakal Tempuh Kasasi Vonis Bebas 3 Anggota DPRD NTB

"Berdasarkan data sementara, dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat listrik," kata Kapolres Mataram Kombes Pol Hendro Purwoko, Senin, 7 Juli 2025. 

Dua korban meninggal dunia terindentifikasi seorang perempuan 50 tahun di Kecamatan Ampenan. Kemudian pria usia 30 tahun dari Kecamatan Narmada.

img_title Ketua Komisi IV DPRD NTB Hamdan Kasim Divonis Bebas dari Kasus Gratifikasi

Kapolres menegaskan Polres Mataram langsung mengerahkan seluruh kekuatan personel dari jajaran polsek hingga satuan utama untuk membantu proses evakuasi dan penanganan darurat korban banjir.

"Kami langsung menggelar apel kesiapan dan menurunkan personel ke lokasi-lokasi terdampak. Kami juga berkoordinasi dengan TNI, BPBD, Basarnas, dan relawan untuk percepatan evakuasi," ujarnya.

img_title BPBD Ungkap Banjir di Kota Padang Meluas ke 3 Kecamatan

Terpisah, Wali Kota Mataram Mohan Rolisakan mengatakan banjir yang melanda Kota Mataram pada Minggu kemarin merupakan banjir yang terbesar selama ini, karena terjadi merata pada enam kecamatan di kota itu.

Kondisi itu terjadi karena  curah hujan tinggi dengan intensitas lama dan merata dari hulu hingga hilir, sehingga menyebabkan air Sungai Ancar dan Kali Unus meluap. Kondisi terparah adalah perumahan BTN Riverside Selagalas.

Korban banjir, lanjutnya, dievakuasi ke tempat-tempat yang lebih aman dengan menurunkan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bekerja sama dengan TNI/Polri, serta pihak terkait lainnya.

"Alhamdulillah, pagi tadi air sudah menyusut dan masyarakat bisa kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan sisa banjir," katanya di sela pemantauan ke sejumlah titik lokasi banjir di Kota Mataram, Senin, 7 Juli 2025.dilansir Antara

Sementara menyinggung seorang warga yang meninggal dunia, Wali Kota Mohan mengatakan warga Ampenan tersebut meninggal dunia karena tersengat listrik lampu penerang jalan yang terdampak banjir.

"Hari ini almarhumah dimakamkan dan Pemkot Mataram sudah memberikan santunan kepada pihak keluarga yang ditinggalkan," katanya.

Sekretaris BPBD Kota Mataram Ahmad Muzaki mengatakan banjir terjadi karena intensitas hujan sedang hingga lebat dengan durasi cukup lama disertai kilat/petir dan angin kencang, sehingga mengakibatkan meluapnya air sungai dan merendam rumah warga.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut