Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta, Ini Maknanya
- Dok. Istimewa
“Kita butuh kurikulum yang menyentuh akar—bukan hanya akal. Kurikulum yang membentuk empati, bukan sekadar mengisi memori,” tegas Dirjen.
Ia juga menyoroti tantangan nyata seperti meningkatnya perundungan di sekolah, intoleransi sosial, dan kerusakan lingkungan, termasuk hilangnya jutaan hektare lahan produktif di Indonesia setiap tahun. Dalam konteks itu, KBC hadir untuk membentuk kesadaran ekologis dan solidaritas sosial sejak dini.
KBC akan diimplementasikan secara bertahap melalui pelatihan daring lewat MOOC pintar, pelatihan calon pelatih, dan penguatan pemantauan melalui program Magis, yang dikembangkan bersama mitra strategis seperti Inovasi.
Sinergi antar unit di lingkungan Ditjen Pendis seperti GTK, PAI, dan Pusbangkom juga akan memperkuat eksekusi kurikulum ini.
