Dewan Pendidikan Tinggi Ajak Diaspora Peneliti Kembangkan Konsorsium Riset-Inovasi di Indonesia

Anggota Dewan Pendidikan Tinggi, Kemendikti-Saintek, Amich Alhumami
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop – Anggota Dewan Pendidikan Tinggi, Kemendikti-Saintek, Amich Alhumami meminta para mahasiswa dan peneliti yang saat ini sudah menuntaskan studi mereka di berbagai negara agar segera kembali ke Indonesia

img_title Riset Terbaru Economist Enterprise Soroti Pentingnya Perawatan Kesehatan Mandiri

Amich Alhumami berharap agar para mahasiswa dan peneliti yang saat ini terdiaspora terutama di luar negeri, untuk dapat mewarnai riset dan pengembangan (R&D) atau inovasi ilmu pengetahuan di Indonesia. Menurutnya, pemerintah RI akan menggelontorkan dana Rp 1,8 triliun demi pengembangan R&D di tanah air. 

"Karena Indonesia sejauh ini masih agak lemah berinvestasi di research and development (R&D), dan Bappenas sudah menyusun suatu strategi kenaikan secara bertahap atau inkremental untuk belanja yang mendukung R&D, dan tadi disampaikan Rp 1,8 triliun sudah dialokasikan kepada perguruan tinggi," kata Amich dalam keterangannya, Senin, 18 Agustus 2025.

img_title Fakta Azka Adziman Peserta Clash of Champions 2026, Ternyata Berasal dari Keluarga Tak Biasa

Ilustrasi buku dan pendidikan (dokumen pribadi)

Photo :
  • vstory

Amich mengajak para peneliti yang tersebar di seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan negara sahabat agar dapat berkolaborasi dengan pihak industri dalam setiap riset strategis untuk aneka pembangunan, termasuk pembangunan kewilayahan.

img_title Riset Unair Ungkap Aspek Keamanan Penggunaan Galon di Industri Air Minum Dalam Kemasan

Selain demi pengembangan riset agar semakin inovatif, kerja sama dengan pihak industri akan menjadi pemasukan baru bagi perguruan tinggi dengan berbagai macam skema kolaborasi. 

"Supaya nanti perguruan tinggi terutama yang selama ini sudah berkolaborasi dengan pihak industri, bisa menggali sumber-sumber pendanaan alternatif dalam rangka co-funding," papar Amich.

Menurutnya, kerja sama dengan perusahaan atau kelembagaan swasta dapat menjaga iklim dan ekosistem riset di Indonesia terus berjalan tanpa harus menunggu suntikan dana dari pemerintah. 

"Supaya cakupan dan juga kedalaman riset dan keberlanjutan riset bisa terjaga ke depan, yang selama ini investasinya lebih banyak bertumpu pada pemerintah. Ini disebut dalam rangka triple helix, artinya ada pemerintah, swasta dan perguruan tinggi yang terlibat, dan skema kolaborasi ini akan menjadi kekuatan yang bagus," katanya. 

Pemerintah RI, kata Amich, menjamin para peneliti  yang mau berkiprah di dalam negeri, untuk bisa berpartisipasi dalam kegiatan R&D untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut