Mahasiswa Unnes Tewas Usai Diantar Brimob ke RS, Begini Penjelasan Polda Jateng

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto
Sumber :
  • Teguh Joko Sutrisno

Semarang,VoxPop - Seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang  (Unnes) bernama Iko Juliant Junior, meninggal dunia dengan luka dalam parah setelah dirawat dan ditangani di RSUP Dokter Kariadi Semarang. 

img_title Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

Peristiwa ini kemudian menjadi tanda tanya karena korban yang sebelumnya mengikuti aksi demonstrasi di Semarang dengan memakai jaket almamater, dibawa ke rumah sakit dalam keadaan luka parah oleh personel Brimob. 

Sempat merebak kabar spekulasi kalau Iko menjadi korban kekerasan pasca unjuk rasa. Hal itu kemudian diklarifikasi oleh Polda Jawa Tengah. 

img_title Organisasi Mahasiswa Katolik Perkuat Sinergi dengan Pemerintah

Mahasiswa FH Unnes Iko Julianti Junior meninggal dunia usai demo di Semarang

Photo :
  • Ist

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto menegaskan korban meninggal dunia akibat kecelakaan dan tidak terkait aksi unjuk rasa yang saat itu berlangsung.

img_title Pemerintah Terjunkan 1.476 Dosen hingga Mahasiswa ke 53 Kawasan Transmigrasi, Gali Potensi Daerah

Ia membenarkan anggota Brimob yang mengantarkan korban ke RSUP Kariadi Semarang. 

Tapi, kata Artanto, personel Brimob membawa Iko karena yang bersangkutan menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Veteran Semarang. Saat peristiwa itu, anggota Brimob memang sedang berada di lokasi dalam rangka pengamanan pasca unjuk rasa. 

Peristiwa kecelakan terjadi pada 31 Agustus 2025 dini hari, di Jalan Veteran, Kota Semarang, sekitar beberapa ratus meter dari Mapolda Jawa Tengah. 

"Anggota yang di lapangan membawa para korban kecelakaan lalu lintas ini ke rumah sakit Kariadi untuk dilakukan penanganan secara medis," kata Kombes Artanto di Mapolda Jateng, Selasa, 2 Agustus 2025. 

Menurut Artanto, kecelakaan terjadi melibatkan dua sepeda motor. Motor Vario yang dikendarai oleh Fiki dan Aziz bertabrakan dengan motor Supra yang dikendarai Iko (korban yang kemudian meninggal) dan Irham.  

"Kendaraan Vario yang ditumpangi atau dikendarai oleh saudara Fiki dan Aziz ditabrak dengan kecepatan tinggi oleh kendaraan Supra yang dikendarai oleh saudara Iko (almarhum) dan Irham," ujarnya 

Akibat tabrakan tersebut, keempat korban mengalami luka-luka. Artanto menyebutkan bahwa Iko mengalami luka berat dan kondisinya kritis saat dilarikan ke rumah sakit, dan kemudian meninggal pada Minggu sore.

Saat ini, penyidik kepolisian masih mendalami kasus ini. Dua orang, yang diduga terkait kecelakaan, sedang dimintai keterangan di Polrestabes Semarang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut