Bukan Sekadar Gaya, Panglima TNI Ungkap Alasan Tambah Alutsista Baru

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Jakarta, VoxPop - Alasan TNI menambah alat utama sistem senjata (alutsista) baru, salah satunya Tank Harimau, terkuak.

img_title Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Kapolri-Panglima TNI hingga Pejabat Lainnya saat Pelantikan Perwira Muda

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat besar dan punya pulau-pulau terpencil. Dalam menjaga kedaulatan Tanah Air, dia menyebut dibutuhkan alutsista yang canggih seiring berkembangnya zaman.

“Kalau kita lihat peperangannya sekarang dunia itu sudah sangat canggih sekali. Kalau kita tidak mengikuti perkembangan zaman bagaimana kita mau melindungi masyarakat?” kata dia, Minggu, 21 September 2025.

img_title Panglima Klaim TNI Berhasil Dukung 55 Persen Produksi Beras Nasional

Sehingga, TNI menambah kekuatan baru dengan menghadirkan alutsista seperti Tank Harimau guna menjaga Indonesia.

Diketahui, dalam TNI Fair 2025, TNI Angkatan Darat (AD) memamerkan alutsista Tank Harimau yang merupakan hasil kerja sama Indonesia-Turki dan merupakan hasil produksi dalam negeri.

img_title Bertemu Jaksa Agung hingga Panglima TNI, Langkah Kapolri Dinilai Sebagai Negarawan Sejati

Tank Harimau memiliki bobot sekitar 30 ton dengan dimensi panjang 7 meter, lebar 3,2 meter, dan tinggi 2,62 meter. Kendaraan tempur ini mampu melaju hingga kecepatan 70 kilometer per jam dengan jarak jelajah mencapai 600 kilometer.

Persenjataan utamanya berupa meriam kaliber 105 milimeter dengan jarak capaian lebih dari 5 kilometer, tergantung jenis munisi, sementara jarak tembak efektifnya sekitar 3 kilometer.

Tank hasil kerja sama Indonesia-Turki itu mulai diproduksi pada 2019 dan tiba di Indonesia sejak 2021. Saat ini TNI AD tercatat telah mengoperasikan 18 unit Tank Harimau.

Selain Tank Harimau, TNI AD juga memamerkan sejumlah alutsista modern lain seperti Panser Anoa, Leopard, helikopter, serta perlengkapan komunikasi dan konstruksi. (Ant)

Anggota Komisi I DPR, Dave Laksono

Indonesia Beli 12 Jet Tempur Latih M-346 Produksi Italia, Komisi I DPR: Modernisasi Pertahanan

Menurut Dave, keberadaan jet tempur latih menjadi kebutuhan penting dalam pembangunan kekuatan TNI Angkatan Udara karena berfungsi mempersiapkan pilot sebelum mengoperasi

img_title
VoxPop.co.id
24 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut