Cucu Mahfud Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

Kepala BGN, Dadan Hindayana
Sumber :
  • Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, VoxPop – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meminta maaf kepada mantan Menko Polhukam Mahfud MD usai cucunya ikut menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

img_title DPR Usul Program Makan Bergizi Gratis Dirombak, Penerima Dipangkas Jadi 26 Juta Usai Putusan MK

Dadan menegaskan pihaknya saat ini sedang berupaya memperbaiki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tak menimbulkan masalah keracunan ke depannya.

"Ya, kami mohon maaf atas hal itu. Kami kenapa rapat hari ini juga untuk memperbaiki yang terkait dengan sistem tata kelola," kata Dadan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Rabu, 1 Oktober 2025.

img_title Menhub Dudy Jamin Pemenuhan Seluruh Hak Para Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II

Pakar hukum tata negara, Mahfud MD di Kantor DPP Partai Golkar

Photo :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Sebelumnya, Mahfud MD mengaku cucunya telah menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya yang berada di daerah Yogyakarta.

img_title DPR Ingin Putusan MK soal Anggaran MBG Berlaku Tahun 2027

"Cucu saya juga keracunan, iya, MBG. Di Jogja. Cucu ponakan ya," kata Mahfud dalam kanal YouTube-nya Mahfud MD Official, dikutip Rabu, 1 Oktober 2025.

Mahfud menyebut beberapa teman cucunya juga mengalami hal yang sama. Mereka bahkan sampai muntah setelah mengonsumsi makanan MBG.

"Lalu satu kelas itu delapan orang langsung muntah-muntah. Nah, yang enam itu, enam dan kakaknya gitu, kakak yang masih dirawat di rumah sakit itu, habis muntah-muntah sehari disuruh pulang, bisa dirawat di rumah," lanjut Mahfud.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (tengah) di Kantor BGN

BGN Naikkan Status Kasus Keracunan MBG Jadi Kejadian Fatal, Kepala SPPG Terancam Dicopot

BGN selanjutnya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG yang terlibat dalam keracunan program MBG tersebut untuk mencari penyebab insiden tersebut.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut