Batuk Pilek Tak Kunjung Sembuh? Ahli Kesehatan Ungkap Penyebab yang Sering Diabaikan

Batuk dan Pilek
Sumber :
  • istockphoto.com

Jakarta, VoxPop – Batuk dan pilek menjadi masalah kesehatan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat selama beberapa hari terkahir ini. Banyak dari kita yang merasa batuk dan pilek tak kunjung sembuh meski sudah mengonsumsi obat dan beristirahat cukup.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Lantas kenapa batuk dan pilek yang banyak dialami masyarakat tak kunjung sembuh? Terkait dengan hal ini, Epidemiolog dan Ahli Kesehatan Lingkungan dari Griffith University, Dr. Dicky Budiman angkat bicara.

Dijelaskan oleh Dicky Budiman bahwa masalah kesehatan ini bukan hanya terjadi di Indonesia beberapa negara lain juga mengalami masalah serupa.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

” Jadi peningkatan keluhan batuk pilak yang berlangsung lama di masyarakat, bukanlah tanda satu penyakit tunggal dan juga bukanlah satu kondisi di mana penyebabnya tunggal ya, karena ini bisa menjadi penyebabnya adalah selain patogen ya, patogen itu penyebab penyakit yang bisa bakteri, virus, tapi juga bisa dari lingkungan, Polusi antara lain, termasuk juga kondisi tubuh dari yang bersangkutan ya,” kata dia saat dihubungi VoxPop.co.id, Selasa 14 Oktober 2025.

Dicky juga mengidentifikasi setidaknya ada enam penyebab mengapa batuk dan pilek yang terjadi di masyarakat tak kunjung sembuh.  

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Pertama co-circulation virus dan infeksi berulang atau co-infeksi. Dijelaskannya saat beberapa virus beredar bersamaan, seseorang itu bisa terkena satu virus lalu tertular oleh virus yang lain atau bahkan bakterinya yang mengakibatkan gejalanya batuk pilak itu menjadi lebih lama atau kambu.

Kedua, terkait post viral cough atau batuk pasca virus. Batuk pasca virus ini terjadi biasanya setelah infeksi virus akut sembuh.

”Batuknya itu bisa bertahan berminggu-minggu karena hiperreaktifitas saluran nafas. Ini mirip-mirip asma ringan dan pemulihan karena adanya pemulihan epitel. Nah, batuk pasca virus sering berlangsung beberapa minggu sampai 8 minggu,” jelas dia.

Ketiga, downstream effect atau post nasal drip dan sinusitis. Ketika lendir yang turun dari sinus ke tenggorokan ini memicu batuk berkepanjangan. Keempat, penyakit komorbid atau penyebab bukan virus.

”Jadi penyakit seperti asma gerda atau reflux gastroesophageal atau bronchitis kronik atau pneumonia bakteri sekunder itu juga dapat membuat batuk lama sembuh atau tidak sembuh,” jelas dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut