Pemerintah Gelontorkan Rp 25 Miliar untuk Audit Bangunan Ponpes yang Rawan Roboh

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo
Sumber :
  • tvOnenews/Aldi Herlanda

Jakarta, VoxPop – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan mengalokasi anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk melakukan audit terhadap bangunan pondok pesantren (ponpes) yang rawan roboh.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, bahwa anggaran tersebut untuk me-review sekitar 80 bangunan sampling.

"Anggaran untuk me-review 80 sampling pertama yang batch 1 tadi, itu sekitar Rp 25 miliaran," katanya, Jumat 17 Oktober 2025.

img_title Pramono Bentuk Tim Investigasi Imbas SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (tengah) di Kantor Kemenko PM

Photo :
  • Yeni Lestari/VoxPop


Dody menjelaskan, bahwa teknisnya, pemerintah akan melakukan audit terlebih dahulu. Setelah dilakukan hal itu, pihaknya juga akan melakukan assesment nantinya akan menjadi dasar bangunan mana saja yang layak untuk direhabilitasi.

"Hasil assessment nanti, mana yang kira-kira rawan untuk para murid itu berkegiatan di situ. Yang mudah ambruk bisa tahu dari audit itu. Jadi kita audit dulu yang utama," jelasnya.

Adapun prioritas audit diberikan kepada pesantren dengan jumlah santri lebih dari 1.000 orang, gedung yang berusia lebih dari 10 tahun, serta bangunan bertingkat lebih dari dua lantai.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan, rehabilitasi tidak hanya di pesantren tetapi juga bangunan yang dipakai dalam kegiatan keagamaan.

Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat yang sedang belajar atau beribadah.

"Kita tidak hanya fokus pada Al-Khoziny atau pesantren, tetapi juga pada semua lembaga pendidikan, kegiatan keagamaan, dan rumah ibadah yang rawan, semuanya akan kita bantu," katanya, Jumat 17 Oktober 2025.

Cak Imin mejelaskan, selain bangunan tempat ibadah, audit dan pengecekan dilakukan di seluruh tempat layanan publik keagamaan seperti panti asuhan dan pelayanan pendidikan.

"Menteri PU sedang melakukan proses audit dan pendampingan kepada pesantren-pesantren yang rawan," ucapnya.

Cak Imin menjelaskan, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU)sedang mengaudit 80 pesantren yang masuk kategori paling rawan.

"Ini adalah antisipasi agar para santri mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan proses pembelajaran dapat terus berlangsung," jelasnya.

Selain proses audit, Cak Imin akan menginstruksikan Kementerian/Lembaga terkait menyempurnakan mekanisme proses perizinan dan pendirian bangunan untuk mempermudah prosesnya.

img_title Kucurkan Rp48,1 M, Pramono Sebut Pembangunan SDN 09 Kebayoran Lama Dimulai September

tvOnenews/Aldi Herlanda

Petugas Imigrasi Jakarta Utara mendapati 10 Warga China yang bekerja sebagai buruh bangunan di kawasan Pluit

10 WNA Asal China Kedapatan Jadi Buruh Bangunan di Pluit, Langsung Dideportasi

Imigrasi menangkap 10 WNA asal China yang bekerja sebagai buruh bangunan di sebuah proyek pembangunan di lingkungan Perumahan Pluit Karang Sari, Jakut.

img_title
VoxPop.co.id
25 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut