Polisi Sebut Tak Ada Bukti Timothy Alami Perundungan, HP Korban Tak Bisa Diperiksa karena Ibu Sudah Ikhlas

Mahasiswa Unud, Timothy Anugerah Saputra
Sumber :
  • YouTube/tvOneNews

Bali, VoxPop – Kasus kematian Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana (Unud) yang ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai empat gedung FISIP Unud pada Rabu, 15 Oktober 2025, terus menjadi perhatian publik. 

img_title Dokter PPDS di Manado Diduga Dibully hingga Tewas, Kemenkes Setop Pendidikan Anestesi di RSUP Kandou

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, pihak kepolisian akhirnya memberikan keterangan terbaru terkait dugaan adanya unsur perundungan yang ramai dibicarakan warganet.

Kapolsek Denpasar, Kompol Laksmi, menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi, tidak ditemukan indikasi adanya perundungan yang dialami korban sebelum kejadian tragis itu.

img_title Polisi Pastikan Kematian Siswa SMP di Jatim Bukan Akibat Perundungan, Ini Motif Pelaku

Mahasiswa Unud, Timothy Anugerah Saputra

Photo :
  • Istimewa

“Dari saksi-saksi yang sudah kami periksa, baik itu dosen, kemudian teman-teman satu angkatan dan satu kelas dari korban, kemudian sahabat korban juga sudah kami mintai keterangan,” ujar Kompol Laksmi dalam program Apa Kabar Indonesia tvOne, dikutip VoxPop Senin, 20 Oktober 2025.

img_title Menkes Ungkap Banyak Dokter Alami Perundungan hingga Diancam oleh Rekan Sejawat

Menurutnya, seluruh saksi yang diperiksa memberikan keterangan serupa, yaitu bahwa Timothy tidak pernah mengalami perlakuan buruk atau perundungan dari lingkungan kampus maupun rekan-rekannya.

“Jadi dari saksi-saksi tersebut tidak ada yang menyampaikan bahwa selama ini ada perundungan yang dialami korban,” kata Laksmi. 

“Namun, untuk lebih jelasnya lagi, kalau kami diperkenankan memeriksa HP korban, mungkin di sana bisa ditemukan informasi,” sambungnya.

Kompol Laksmi mengungkapkan, pihak kepolisian sebenarnya ingin melakukan pemeriksaan terhadap ponsel milik Timothy guna menelusuri kemungkinan adanya komunikasi atau pesan terakhir yang bisa mengungkap motif kejadian.

Namun, hal itu tidak dapat dilakukan karena keluarga korban, terutama sang ibu, telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memilih tidak memperpanjang ke ranah hukum.

“Pihak ibu sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mau memperpanjang lagi masalah ini ke jalur hukum jadi akses untuk HP itu tidak bisa kami dapatkan,” jelas Kompol Laksmi.

Meski akses terhadap barang bukti digital terbatas, kepolisian tetap melakukan pendalaman berdasarkan keterangan para saksi dan hasil penyelidikan di lokasi kejadian. 

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin ungkap alasan kerap terjadi Bullying di PPDS

Buntut Kasus dr Adrian Rantung, Budi Gunadi Ungkap Alasan Kasus Bullying di PPDS Kerap Terjadi

dr Adrian Rantung merupakan peserta PPDS di RSUP Prof Kandou, Manado. Dokter muda ini nekat mengakhiri hidupnya yang diduga akibat perundungan atau bullying

img_title
VoxPop.co.id
9 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut