Air Hujan di Jakarta Mengandung Mikroplastik, Pakar Ungkap Deretan Dampak Kesehatan Jangka Panjang

Ilustrasi hujan
Sumber :
  • Freepik

Jakarta, VoxPop – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini mengungkap bahwa air hujan yang turun di Jakarta mengandung partikel mikroplastik. Penelitian yang dilakukan sejak 2022 itu menunjukkan adanya mikroplastik dalam setiap sampel air hujan di ibu kota.

img_title BRIN Sebut Aturan Pembatasan Nikotin Tembakau Butuh Riset Puluhan Tahun

Terkait dengan temuan tersebut, ahli kesehatan lingkungan dan peneliti Global Health, dr. Dicky Budiman mengungkap bahwa temuan BRIN soal air hujan yang mengandung mikroplastik adalah sinyal serius tentang tingkat pencemaran lingkungan.

”Temuan BRIN soal air hujan yang mengandung mikroplastik adalah sinyal serius tentang tingkat pencemaran lingkungan yang semakin meluas dan tidak lagi terbatas pada laut atau tanah tapi juga sudah mencapai atmosfer dan siklus air yang kita hirup dan gunakan setiap hari,” kata dia saat dihubungi VoxPop.co.id, Senin 20 Oktober 2025.

img_title Heboh! Meteor Melintasi Jawa hingga Terdengar Suara Dentuman, BRIN Beri Penjelasan

Di sisi lain, Dicky juga mengungkap tentang dampak kesehatan yang berpotensi merugikan di masa depan akibat mikroplastik yang ditemukan pada air hujan di Jakarta. Beberapa masalah kesehatan tersebut berkaitan dengan risiko peradangan krononis hingga masalah gangguan hormon.

”Yang harus diwaspadai adalah dampak kesehatan jangka panjang yang berpotensi merugikan dan ini diteliti tapi indikasi dari penelitian saat ini menunjukkan adanya potensi peradangan kronis pada saluran nafas, usus, gangguan hormon, akibat bahan kimia aditif seperti BPA misalnya,” sambung dia.

img_title Peneliti BRIN Soroti Korupsi di Indonesia: Sudah Jadi 'Bencana yang Luar Biasa'

Tak sampai di situ saja, mikroplastik juga meningkatan risiko masalah pada kesehatan jantung atau kardiovaskular. Dijelaskan Dicky juga dalam beberapa riset terbaru juga menunjukkan bahwa paparan mikroplastik terhadap manusia bisa memperburuk kondisi kesehatan mereka.

”Kemudian risiko kardiovaskuler dan stres oksiadatif dari partikel mikro yang bersifat toksik karena mikroplastik dapat faktor bagi logam berat dan mikropatogen sehingga memperbesar berdampak besar pada kesehatan. Juga riset terakhir beberapa waktu lalu menemukan plastik itu juga menjadi perantara bagi sebaran penyakit patogen karena bisa menempel dan ini artinya juga sama seperti halnya polutan yang bisa memperburuk situasi penyakit artinya memperparah,” kata dia.

Lantas apa yang perlu dilakukan terkait dengan adanya temuan air hujan di Jakarta yang mengandung mikroplastik? Dijelaskannya penting bagi pemerintah untuk mulai melakukan pengelolaan limbah air kotor.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut