Saat Budaya dan Teknologi Bertemu, Budaya Go! Hadir Sebagai Wujud Baru Inovasi Digital Anak Bangsa
- Istimewa
Sementara itu, Shinta Dhanuwardoyo melihat kemajuan teknologi sebagai peluang emas bagi pelestarian budaya.
“Teknologi bukan lawan budaya. Justru teknologi menjadi jembatan untuk mendekatkan masyarakat pada kekayaan budayanya,” ungkapnya.
Menurut Shinta, budaya kini tidak hanya mencakup tradisi seperti batik, musik daerah, atau tarian, tetapi juga mencakup budaya digital seperti gaming, fashion digital, dan konten kreatif. Ia menilai kehadiran AI, AR/VR, dan platform digital membuka ruang baru untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia.
“Tantangannya sekarang adalah bagaimana kita mengemasnya dengan cara yang menarik, interaktif, dan relevan dengan bahasa generasi muda,” jelasnya.
Program Budaya Go! diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pelaku budaya dan pelaku teknologi, mulai dari proses ide hingga tahap penjurian grand final. Kompetisi ini menyediakan total apresiasi sebesar Rp450 juta, dengan tahapan seleksi mulai dari administrasi, pendalaman ide, pendampingan mentor, hingga final nasional.
Peluncuran Budaya Go! juga menjadi bagian dari perayaan Hari Kebudayaan 2025, menandai langkah besar dalam mengantarkan kebudayaan Indonesia memasuki babak baru di tengah kemajuan teknologi.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, pendaftaran kompetisi telah resmi dibuka melalui situs www.budayago.id atau dapat mengirimkan pertanyaan ke info@budayago.id
