Warga Tuntut Kompensasi Proyek Bendungan, Kapolres Gowa: Kami Mengawal Bukan Menghalangi

Kapolres Gowa AKBP M. Aldy Sulaiman di atas mobil komando unjuk rasa
Sumber :
  • Idris Tajannang/tvOne

Gowa, VoxPop – Ratusan warga bersama mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Manuju (GERAM) dan Front Kesatuan Mahasiswa Indonesia (FKMI) menggelar aksi unjuk rasa di area proyek Pembangunan Bendungan Jenelata, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (4/11/2025).

img_title Kasus Korupsi Seragam Sekolah Rp14 M, Bupati Gowa Ikut Diperiksa Polisi

Mereka menuntut agar pembayaran lahan terdampak proyek segera diselesaikan, lantaran sebagian warga mengaku belum menerima kompensasi.

Salah seorang perwakilan massa, Maslim, menyampaikan kekhawatiran warga jika pembangunan terus berjalan tanpa adanya kejelasan ganti rugi.

img_title Bareskrim Periksa Pihak yang Adukan Hak Angket DPRD ke Bupati Gowa, Bukti Video TikTok hingga YouTube Diserahkan

“Kami hanya ingin keadilan. Pembayaran lahan harus tuntas sebelum pembangunan berlanjut. Warga khawatir, bendungan selesai tapi hak kami belum dibayarkan,” ujarnya.

Kapolres Gowa AKBP M. Aldy Sulaiman di atas mobil komando unjuk rasa

Photo :
  • Idris Tajannang/tvOne
img_title Bupati Gowa Siap Hadir dan Jawab Semua Tuduhan Saat Sidang Hak Angket

Sementara itu, Kapolres Gowa yang mengawal lansung aksi masyarakat manuju menekankan kepada seluruh personil polres Gowa agar melaksanakan perintah Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo untuk selalu memberikan pelayanan kepada  masyarakat, dengan cara humanis dan tidak arogan.

"Hal inilah yang diterapkan, dalam mengawal aksi masyarakat dengan pendekatan yang humanis dan dialogis," tegas Kapolres Gowa.

Kapolres bahkan naik ke mobil komando massa, berbicara di hadapan pengunjuk rasa dengan nada menenangkan dan penuh empati.

“Kami hadir bukan mengadang, tapi mengawal. Sesuai arahan Bapak Kapolda Sulsel, kami diminta menjaga situasi dengan pendekatan yang humanis. Aspirasi masyarakat harus didengar dan kami akan mengawal penyampaian aspirasi dengan damai,” tegas AKBP Aldy.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana damai selama aksi berlangsung.

“Polri menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Namun semua harus tertib, damai, dan tidak menimbulkan gangguan ketertiban,” ujarnya.

“Kami paham keresahan warga. Karena itu kami ingin berdiri di tengah  menjaga aturan, tapi juga memastikan aspirasi rakyat tersampaikan dengan aman,” tambahnya.

Kapolres menegaskan bahwa arahan Kapolda menjadi panduan utama dalam setiap kegiatan pengamanan.

“Bapak Kapolda Sulsel selalu mengingatkan kami agar tidak mengedepankan kekuatan, tapi komunikasi dan hati nurani. Polri bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk melindungi masyarakat,” ucapnya dengan tegas.

Pendekatan humanis tersebut menuai apresiasi dari Kepala BPN Gowa, Aksara Alif Raja, yang turut hadir di lokasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut