Temui Fraksi Golkar, KAMMI Bahas Sistem Pemilu-Dukung Pengembangan Etanol di BBM

Ketua Fraksi Golkar M Sarmuji
Sumber :
  • Ist

Jakarta, VoxPop – Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M. Sarmuji  menerima audiensi Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 6 November 2025. Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari ideologi partai politik, sistem pemilu, hingga kebijakan energi nasional.

img_title DPR Ingin Putusan MK soal Anggaran MBG Berlaku Tahun 2027

Ketua Umum KAMMI Ahmad Jundi menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Partai Golkar terhadap generasi muda dan aktivis. Menurutnya, tidak banyak partai politik yang memberi ruang bagi kader muda untuk tumbuh.

Jundi juga menyoroti pentingnya mengembalikan orientasi partai pada ideologi dan pendidikan politik.

img_title Habiskan Anggaran Rp3,1 Triliun, Pembangunan Gedung MK dan KY di IKN Ditargetkan Rampung Akhir 2027

KAMMI menyampaikan harapan agar putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135 Tahun 2024 yang memerintahkan pemisahan Pemilu Nasional dengan Pemilu Daerah pada 2029 dapat disahkan menjadi undang-undang. 

Kebijakan itu untuk memberikan kepastian hukum dan waktu persiapan bagi partai maupun masyarakat. KAMMI juga mendukung langkah Partai Golkar dalam pembahasan RUU Pilkada, RUU Pemilu, dan RUU Partai Politik yang dinilai saling berkaitan.

img_title Istana Hormati Putusan MK soal Anggaran MBG Dipisah dari Pendidikan: Kami Pelajari Dulu, Mohon Waktu

Selain itu, KAMMI mendorong penerapan sistem pemilu campuran karena sistem pemilu yang berlaku sekarang lebih banyak mudaratnya.

Pendidikan Politik dan Sistem Pemilu yang Sehat

Menanggapi pandangan tersebut, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M. Sarmuji menegaskan bahwa Partai Golkar konsisten memperkuat kapasitas kader melalui lembaga pendidikan politik.

"Golkar memiliki Golkar Institute dan akan segera mendirikan Golkar Academy. Ini lembaga untuk meningkatkan kapasitas pejabat publik, agar tidak hanya piawai menggalang suara tetapi juga memiliki kemampuan teknokratis," kata Sarmuji.

Mengenai sistem pemilu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu menyebut bahwa setiap sistem memiliki sisi positif dan negatif. Sistem proporsional terbuka yang berlaku saat ini, menurutnya, merupakan koreksi dari sistem proporsional tertutup yang dahulu membuat caleg nomor satu hampir pasti terpilih tanpa perlu turun ke rakyat.

"Seburuk-buruknya sistem sekarang, caleg atau anggota DPR dipaksa untuk turun ke lapangan. Tapi ya setiap solusi pasti disertai problem baru, today’s problem comes from yesterday’s solution—masalah hari ini adalah hasil solusi masa lalu. Tugas kita meminimalkan problem barunya," katanya

Presidential Threshold

Sarmuji juga menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus presidential threshold atau ambang batas perolehan suara yang harus diperoleh oleh partai politik dalam suatu pemilu untuk dapat mengajukan calon presiden yang masih sering menjadi perdebatan publik.

"Kita harus patuh pada putusan MK. Tapi MK juga memandang perlu ada rekayasa konstitusional agar tidak terlalu banyak calon presiden. Misalnya, hanya partai yang punya kursi di parlemen yang bisa mencalonkan. Ini untuk menjaga keseimbangan sistem presidensial," katanya.

"Ini untuk mencegah terjadinya calon tunggal atau sedikit calon, sehingga tidak kompatibel dengan sistem presidensial yang kita anut. Karena kalau terlalu banyak calon, tidak baik juga bagi sistem ketatanegaraan kita," ungkap Sarmuji

Kedaulatan Energi dan Kebijakan Etanol

Audiensi juga menyinggung soal ketahanan energi nasional, termasuk kebijakan pencampuran bahan bakar bensin dengan etanol yang digagas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. KAMMI menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut.

Anggota Komisi VI DPR RI itu menilai isu energi merupakan pilar strategis kedaulatan bangsa. "Siapa yang punya kedaulatan energi, dia akan menjadi negara besar. Kebijakan etanol ini energi bersih, energi terbarukan, dan bisa menghidupkan pertanian—petani singkong, petani tebu, dan sebagainya," jelasnya.

Namun ia mengakui bahwa setiap kebijakan baik kerap menghadapi resistensi, seperti penolakan sebagian kalangan terhadap etanol, padahal manfaatnya jelas. "Bukan hanya energi bersih yang dihasilkan tetapi juga memakmurkan petani karena permintaan singkong, tebu dan bahan etanol lainnya meningkat," ujarnya 

Ketua Bidang Kepemudaan dan Olahraga DPP Partai Golkar Said Aldi Al Idrus menerima kunjungan jajaran DPP AMPI

Said Aldi Al Idrus Dukung AMPI Gelar Rapimnas dan Munas X

Pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Munas X Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dinilai sebagai bagian dari proses konsolidasi organisasi.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut