Wacana Pengembalian Enam Hari Sekolah SMA/SMK di Jateng Masih Dikaji

Ilustrasi siswa SMA
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Feny Selly

Kudus, VoxPop – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga kini masih melakukan pengkajian terhadap wacana pengembalian program enam hari sekolah bagi SMA/SMK di provinsi ini. 

img_title 1,12 Juta Pengguna Penyeberangan ASDP Nikmati Stimulus Pemerintah saat Libur Sekolah

"Masih dikaji untuk ide enam hari sekolah," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sumarno usai menghadiri acara Refleksi Milad ke-113 Muhammadiyah sekaligus Milad ke-27 Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) di Crystal Building kampus setempat, Sabtu.

Ia menampung berbagai masukan dari elemen masyarakat mengenai wacana tersebut. Hal itu akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengkajiannya.

img_title Sudaryono: Sekolah di Grobogan Sudah Rusak Sebelum Ada MBG

Sumarno menyatakan setiap ada permasalahan di dunia pendidikan akan menjadi bahan evaluasi.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengatakan tujuan utama kebijakan lima hari sekolah untuk memberikan waktu luang kepada anak-anak untuk berkumpul bersama keluarga. Namun, berdasarkan kajian, para orang tua banyak yang bekerja hingga enam, bahkan tujuh hari dalam sepekan.

img_title Label Sekolah Internasional di Indonesia Dipersoalkan, Effendi Gazali Minta Pemerintah Bertindak

"Dengan kebijakan lima hari sekolah, ada dua hari libur anak. Maka, ada satu hari yang tanpa pengawasan," kata pria yang akrab disapa Gus Yasin ini beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Jateng di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi-Taj Yasin tegas menjalankan komitmen terhadap kesejahteraan anak, sehingga kembalinya penerapan enam hari sekolah ini diharapkan memberikan perlindungan kepada anak dari hal negatif saat berada di luar pengawasan orang tua.

Meskipun demikian, penerapan kebijakan ini tetap akan mempertimbangkan hasil kajian dari para pakar pendidikan, perguruan tinggi, dan juga kalangan dewan.

Taj Yasin mengatakan rencana kebijakan enam hari sekolah yang diterapkan Pemprov Jateng akan diberlakukan untuk SMA dan SMK sesuai dengan kewenangan Pemprov. (Ant)

Ilustrasi wirausaha.

Prihatin Muridnya Susah Cari Kerja, SMK Ini Masukkan Mata Pelajaran Kewirausahaan ke Kurikulum Sekolah

Tujuan dari mata pelajaran kewirausahaan itu adalah untuk menjadikan murid memiliki keahlian dan bisa membuka usaha setelah mereka menyelesaikan pendidikannya.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut