Hasto PDIP Sebut Bencana Alam Terjadi Akibat Kesalahan Manusia, Kebijakan Politik dan Tak Ada Supremasi Hukum
- Istimewa
Tat Twam Asi menekankan keterikatan manusia dengan alam dan sesama.
Dalam menghadapi musibah seperti banjir di Sumatera, Megawati telah menginstruksikan bahwa Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan harus berdiri di depan. Baguna harus bergerak cepat, tepat sasaran, dan bergotong royong membantu rakyat yang menjadi korban.
Ia memberikan contoh nyata dari gerakan kader di Sumatera Utara (Sumut) yang langsung turun ke lapangan. “Ambil contoh di Sumut: Rapidin Simbolon, Sofyan Tan, dan kader lain langsung turun ke bawah, memastikan bantuan dan pertolongan sampai kepada korban,” sebutnya,
Ditegaskan Hasto, gerakan grassroots PDIP berfungsi saat bencana datang.
Dalam konteks Jambi, Hasto memberikan pesan khusus untuk menjaga sungai kebanggaan provinsi, Sungai Batanghari, yang telah mengukir sejarah peradaban masyarakat Jambi, Nusantara, dan dunia.
Pesan Hasto disampaikan dalam bentuk pantun.
"Jambi sungguh memesona,
Melayu kaya khasanah budaya,
Bahasanya memersatukan Indonesia,
Pantun-pantunnya ungkapkan falsafah bangsa.
Sungai Batanghari Jalan Peradaban,
Mengukir sejarah penuh kejayaan,
PDI Perjuangan hadapi berbagai tantangan,
Galang rakyat sumber kekuatan.
Sungai Batanghari kini menderita,
Sampah dan limbah cermin salah kelola,
Jadikan sungai halaman depan kita,
Rawatlah bumi dengan segenap jiwa raga."
Ketua DPD PDIP Jambi, Edi Purwanto, menegaskan kesiapan jajarannya menjalankan komando partai, termasuk seruan merawat pertiwi.
“Kami di DPD PDIP Jambi berkomitmen penuh pada garis perjuangan partai dan disiplin organisasi," kata Edi.
