Deretan Tanah-Rumah Endipat Wijaya, Anggota DPR yang Singgung 'Donasi Rp10 Miliar'

Anggota Komisi I DPR, Endipat Wijaya
Sumber :
  • Tangkapan layar TNP Parlemen

Jakarta, VoxPop – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Endipat Wijaya kini tengah menjadi sorotan usai dirinya menyinggung soal donasi Rp10 miliar untuk korban banjir Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. 

img_title Atomy Indonesia Salurkan Donasi Rp 200 Juta untuk Keluarga Dhuafa di Sepanjang 2026

Di tengah sorotan publik tersebut, harta kekayaan milik Endipat Wijaya pun ikut disorot. 

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 26 Maret 2025, Endipat tercatat memiliki jumlah kekayaan senilai Rp14.355.375.506 atau Rp14,3 miliar.

img_title SMRC Catat Kepuasan Publik ke Prabowo Turun, Gerindra Bakal Jadikan Evaluasi

Adapun harta kekayaan Endipat Wijaya terdiri dari aset tanah dan bangunan dengan total Rp2,5 miliar. Rinciannya yaitu tanah seluas 123 m2 di Kab/Kota Tangerang Selatan, hasil sendiri Rp1.000.000.000, tanah seluas 205 m2 di Kab/Kota Bogor, hasil sendiri Rp1.000.000.000 dan tanah seluas 105 m2 di Kab/Kota Bogor hasil sendiri Rp500.000.000.

Endipat juga tercatat memiliki tiga mobil dengan total nilai Rp2.596.000.000. Rincian kendaraan yang dimilikinya yaitu mobil SUV Premium GWM Tank 500 HEV Tahun 2024 hasil sendiri Rp1.196.000.000.

img_title Fitur Ini Bikin Pengguna Jetour T2 i-DM Enggak Waswas saat Terjang Banjir

Kemudian, mobil Honda CRV Tahun 2019 hasil sendiri Rp400.000.000 dan mobil Toyota Alphard Tahun 2021 hasil sendiri Rp1.000.000.000.

Selain itu, Endipat Wijaya juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp52 juta, surat berharga Rp5 miliar, kas dan setara kas senilai Rp2.207.375.506 serta harta lainnya senilai Rp2 miliar.

Dengan begitu, maka total harta kekayaan yang dimiliki Endipat Wijaya yaitu sebesar Rp14.355.375.506. Dia tercatat tidak memiliki utang. 

Sebelumnya diberitakan, Endipat Wijaya sempat menyinggung keberadaan relawan yang menggalang donasi untuk bencana di Sumatera. Dalam komentarnya, ia menyebut ada pihak yang datang sebentar ke Aceh namun seolah paling berjasa.

Komentar itu dia lontarkan dalam rapat Komisi I DPR RI dengan Kementerian Komdigi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 8 Desember 2025.

"Ada orang yang cuma datang sekali, seolah-olah paling bekerja di Aceh. Padahal negara sudah hadir dari awal, ada orang baru datang, baru bikin satu posko, ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah sudah bikin ratusan posko di sana,” ujarnya. 

Endipat juga menekankan bahwa pemerintah telah bekerja sejak hari pertama, meski tidak selalu terekspos secara luas.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut