Cerita Pasangan Korban WO Ayu Puspita yang Raib Rp150 Juta, Begini Modusnya
- tvOne
Pasangan ini mengaku tidak pernah menaruh kecurigaan sejak pertemuan awal. Reza menjelaskan bahwa pada 19 November mereka mengikuti technical meeting di kantor WO. Ia menyebut seluruh vendor hadir, mulai dari pihak IT, katering, dekorasi, crew on the day, hingga MC dari luar. Semua terlihat normal dan meyakinkan.
Meizia mengatakan Ayu Puspita tidak hadir dalam pertemuan itu, tetapi ia pernah bertemu Ayu saat Wedding Expo di Balai Kartini. Menurutnya, keberadaan WO di ajang exibition besar itu membuatnya merasa aman dan tidak menyangka akan ada potensi penipuan.
Dari riset yang mereka lakukan sebelumnya juga tidak terlihat tanda-tanda mencurigakan. Reza menyebut hampir setiap pekan WO tersebut tampak mengerjakan acara klien lain. Ia menduga pola gali lubang tutup lubang menjadi strategi yang digunakan hingga akhirnya meledak pada tanggal acara mereka, 6 hingga 7 Desember.
Kesaksian MUA: Pengantin Menangis di Hotel
Cerita menyedihkan juga datang dari seorang Makeup Artist (MUA) dengan akun Instagram @makeupby_ciane. Dalam unggahannya, ia menyebut klien pengantinnya menjadi korban penipuan WO. Ia menjelaskan bahwa seluruh komunikasi booking dilakukan oleh WO sehingga ia tidak berhubungan langsung dengan pengantin.
MUA itu mengatakan ia baru mengetahui adanya masalah ketika mendapat kabar dari tim WO pada pukul dua pagi bahwa pemilik WO telah ditangkap polisi dan banyak vendor lain yang belum dibayar. Ia mengaku hanya menerima uang DP.
Dalam kondisi setengah sadar usai bangun tidur, ia mengaku bingung apakah harus tetap berangkat ke venue karena ada risiko tidak dibayar. Namun ia memikirkan kondisi pengantin. Sesampainya di lokasi acara, ia mendapati area tersebut kosong tanpa tanda dekorasi atau persiapan apa pun. Pihak WO kemudian memintanya menuju hotel.
Di hotel, ia melihat pengantin dalam kondisi menangis dan sembab. Ia mengaku iba dan berusaha menenangkan kliennya sambil tetap menjalankan pekerjaannya.
Jumlah Korban Tembus 230 Pasangan
Setelah cerita para korban viral di media sosial, laporan demi laporan berdatangan. Warganet menemukan pola serupa, yakni klien diminta melunasi pembayaran penuh namun layanan tidak disediakan. Sedikitnya 230 pasangan dilaporkan menjadi korban dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp16 miliar.
