Kronologi Kebakaran Gedung Terra Drone di Kemayoran, Korban Tewas Tembus 22 Orang
- Istimewa
Jakarta, VoxPop – Kebakaran besar yang melanda Gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa 9 Desember 2025, terus menelan korban. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro, mencatat total 22 korban meninggal dunia hingga pukul 17.00 WIB, terdiri atas 7 laki-laki dan 15 perempuan.
Kronologi kejadian dimulai sekitar pukul 12.34 WIB ketika seorang warga melaporkan munculnya api dari lantai satu gedung. Berdasarkan keterangan Lurah Cempaka Baru, para pegawai saat itu sedang beristirahat. Ia menjelaskan bahwa api tiba-tiba membesar dan menjalar ke lantai atas dalam waktu singkat.
Melihat api merambat, para pegawai berusaha menyelamatkan diri melalui tangga darurat. Namun, asap tebal membuat jalur evakuasi sulit dilalui. Banyak pekerja akhirnya naik ke lantai yang lebih tinggi untuk menghindari kobaran api, tetapi langkah itu membuat sebagian dari mereka terjebak. Petugas keamanan bernama Rian menyampaikan bahwa 21 orang sempat terperangkap di lantai atas sebelum tim pemadam tiba.
Kombes Pol. Susatyo menjelaskan, Saksi Kiki Kuswarti menceritakan kronologinya, saat itu dirinya sedang berada di dalam ruko kemudian melihat asap, pada saat dicek di lantai 1, ia melihat baterai drone yang sedang dicharge terbakar dan karyawan mencoba memadamkan dengan APAR namun api bertambah besar.
“Sebagian karyawan keluar kantor karena pada saat jam makan siang, sedangkan untuk karyawan yang masih di dalam menyelamatkan diri ke lantai atas,” kata Kombes Pol. Susatyo.
"Ternyata baterai yang terbakar ini menyebar karena di lantai 1 ini adalah salah satu tempat gudangnya," katanya menjelaskan," lanjutnya
Para karyawan saat itu, sambung Susatyo, sedang beristirahat di lantai atas hingga lantai 6. Ketika api mulai membesar, asap memenuhi gedung tersebut hingga lantai 6.
Petugas pemadam kebakaran kemudian mengerahkan 28 unit mobil pemadam dan 101 personel untuk menjinakkan api serta melakukan evakuasi. Sebanyak 15 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup. Namun, proses pencarian menemukan korban jiwa yang terus bertambah.
Kapolres Jakpus, Kombes Susatyo, menegaskan bahwa hingga sore hari sudah ditemukan 22 korban. “Terakhir data korban sudah 22 di mana 7 orang laki-laki dan 15 orang perempuan,” ujarnya.
