Menteri Agus Bantah Kunjungan Wisatawan Asing ke Bali Turun: Mereka Banyak Tinggal di Homestay

Ilustrasi Bali
Sumber :
  • freepik.com/jcomp

Jakarta, VoxPop – Isu menurunnya jumlah wisatawan asing ke Bali ditepis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI (Menimipas) Agus Andrianto.

img_title Prabowo: Satu Wisatawan Asing Minum Secangkir Kopi, Hidupi 10 hingga 15 Rakyat Kita

Menurut Agus, berdasarkan data keimigrasian, kunjungan justru tercatat mengalami kenaikan dalam periode bulanan, meski pola tinggal wisatawan dinilai berubah.

“Kalau dari keimigrasian sebenarnya naik. Dalam periode satu bulannya naik. Cuma memang keberadaan mereka apakah mereka ada di homestay dan lain sebagainya, ini tergantung daripada kondisi keuangan daripada wisatawan yang datang,” kata Agus, dikutip Selasa 30 Desember 2025.

img_title Polisi Bongkar Dugaan Tempat Asusila Berkedok Spa di Seminyak Bali

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto

Photo :
  • Yeni Lestari/VoxPop

Agus menjelaskan, perubahan pilihan akomodasi wisatawan membuat keberadaan mereka tak selalu terlihat di hotel atau kawasan wisata utama.

img_title Sempat Iba Lihat Anak Korban, Nora Alexandra Akui Salah Menilai Kasus Maling Ayam di Bali

Kondisi keuangan wisatawan turut memengaruhi lama tinggal dan jenis penginapan yang dipilih.

Adapun, isu sepinya wisatawan mancanegara (wisman) di Bali mencuat dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah pelaku usaha pariwisata, khususnya pengelola hotel dan restoran, mengeluhkan tingkat hunian yang dinilai tak setinggi periode yang sama tahun lalu, meski telah memasuki musim liburan.

Keluhan tersebut ramai di media sosial dan forum pelaku industri pariwisata. Banyak hotel melaporkan okupansi stagnan, bahkan turun, terutama di luar kawasan wisata utama. Kondisi itu memunculkan persepsi bahwa jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan.

Namun, pengamat pariwisata menilai kesan “sepi” tidak selalu berarti jumlah wisman berkurang. Perubahan pola wisata disebut menjadi faktor utama.

Wisman kini cenderung memilih akomodasi alternatif seperti homestay, vila, atau penginapan non-hotel, serta membatasi lama tinggal akibat tekanan ekonomi global dan biaya perjalanan yang meningkat.

Selain itu, tren budget traveling dan kerja jarak jauh (digital nomad) membuat pergerakan wisman lebih tersebar dan tidak terpusat di kawasan-kawasan hotel besar.

Hal ini menyebabkan aktivitas wisata terlihat lebih lengang, meski arus kedatangan secara data keimigrasian tetap tercatat tinggi.

tvOnenews/Rika Pangesti

CCTV pengeroyokan terhadap pria di Tabanan, Bali oleh warga usai dituding mencuri ayam

Kawal Kasus Main Hakim Sendiri di Tabanan, KemenHAM Dorong Penyelesaian Konflik Berbasis Prinsip HAM

Seorang pria berinisial KD menjadi korban pengeroyokan usai diduga adanya aksi main hakim sendiri oleh warga di Tabanan, Bali yang terjadi Jumat, (24/7/2026)

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut