Korban Meninggal Bertambah di Banjir Bandang Sitaro Jadi 16 Orang

Banjir Bandang di Sitaro, Sulawesi Utara
Sumber :
  • Dok. Istimewa

VoxPop – Bencana banjir bandang kembali menorehkan duka mendalam di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Peristiwa yang terjadi pada Senin, 5 Januari 2026, dini hari ini menyebabkan jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang. Selain itu, hingga Selasa, 6 Januari 2026 pukul 14.00 WIB, masih terdapat tiga orang yang dilaporkan hilang dan terus dilakukan pencarian oleh tim gabungan.

img_title Banjir Dahsyat Terjang Kentucky, 4 Orang Tewas dan Status Darurat Resmi Ditetapkan

Banjir bandang tersebut terjadi setelah wilayah Sitaro diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak dini hari. Sekitar pukul 02.30 WITA, aliran sungai meluap dan menerjang permukiman warga yang berada di sekitarnya. Luapan air bercampur material lumpur dan puing bangunan membuat warga tidak sempat menyelamatkan banyak barang, bahkan sebagian menjadi korban saat peristiwa berlangsung.

Banjir bandang di Siau Timur, Sitaro, Sulawesi Utara.

Photo :
  • Antara
img_title BMKG Cabut Peringatan Tsunami Usai Gempa Magnitudo 7,7 di Sangihe

Dari laporan sementara, lima korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi, sementara identitas korban lainnya masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang. Tak hanya korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan 22 orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat. Bahkan, dua orang dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk penanganan lebih lanjut akibat luka yang cukup serius.

Dampak banjir bandang ini juga memaksa ratusan warga meninggalkan rumah mereka. Tercatat sekitar 682 jiwa mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman, seperti gedung sekolah, balai desa, dan tempat ibadah. Jumlah pengungsi ini masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan yang terus dilakukan di lapangan.

img_title Gempa Magnitudo 7,8 di Filipina Picu Alarm Tsunami di Sejumlah Wilayah Asia

Wilayah terdampak mencakup empat kecamatan, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Di wilayah tersebut, banjir bandang melanda dua kelurahan dan enam desa, menyebabkan kerusakan cukup parah pada permukiman warga dan infrastruktur.

Dari sisi kerugian materiil, banjir bandang mengakibatkan tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah mengalami rusak berat, serta 112 unit rumah rusak ringan. Sejumlah akses jalan juga dilaporkan terputus, sementara beberapa bangunan kantor dan fasilitas umum turut terdampak. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan lanjutan untuk menghitung total kerugian.

Dalam penanganan darurat, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro bekerja sama dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas, TNI/Polri, aparat kecamatan dan kelurahan, serta relawan. Fokus utama saat ini adalah pencarian korban hilang, evakuasi warga, serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, termasuk makanan, air bersih, dan layanan kesehatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut