Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi, Apa Saja Isi Materi Mens Rea?

Pandji Pragiwaksono
Sumber :
  • Instagram/pandji.pragiwaksono

Jakarta, VoxPop – Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik buntut dari materi stand up comedy yang dibawakannya bertajuk Mens Rea. Mens Rea yang tayang di platform Netflix pada 27 Desember 2025 lalu memang mendulang atensi besar di kalangan masyrakat.

img_title Mediasi Kasus Mens Rea Cair, Pandji Pragiwaksono: Dari Tegang Jadi Penuh Tawa

Banyak yang pro dan kontra terhadap materi yang dibawakan Pandji dalam acara tersebut. Lantas apa saja isi materi dari Mens Rea tersebut? Berikut ini beberapa rangkuman materi yang viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Singgung Muhammadiyah dan NU

img_title Momen Tak Terduga! Sempat Disindir di ‘Mens Rea’ Pandji Pragiwaksono dan Dharma Pongrekun Bertemu di Polda Metro

Dalam tayangan berdurasi 2 jam 24 menit tersebut, berisi kritik tajam terhadap kondisi politik dan sosial Indonesia pasca pemilu 2024 lalu. Beberapa materi yang dibawakan Pandji Pragiwaksono juga menyinggung soal politik balas budi. Dia juga menyinggung tambang dan organisasi Islam Nahadlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Ada yang tau politik balas budi? Gue kasih lo sesuatu tapi lo kasih gue sesuatu lagi. Emang lo pikir kenapa NU dan Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira? Karena diminta suaranya gue kasih sesuatu yang lo suka, happy lah. Ormas agama ngurus tambang? Happy lah,’ tanya Pandji dikutip dari tayangan tersebut.

img_title Nyelekit! Novel Bamukmin Minta Pandji Tobat Kalau Mau Laporan Soal Mens Rea Dicabut

Pandji juga menjelaskan bahwa sebenarnya sejumlah organisasi keagamaan ditawarkan hal serupa. Namun tawaran tersebut ditolak oleh ormas agama lain.

“Biar kita adil sebenarnya ngggak cuman ormas Islam aja, semua ormas agama ditawarin. Tapi agama lain nolak, ormas Islam alhamdulillah rejeki anak soleh. Masa ditolak? Ini pasti karena aku rajin solat, rezeki anak soleh nih diambil guys. Gue denger-denger HKBP menolak. HKBP bilang ‘mohon maaf ini ngurus lapo ribet banget apalagi ngurus tambag, capek gue’’,” sambung Pandji.

Sentil Wapres Gibran

Dalam acara itu, Pandji mengangkat fenomena publik yang kerap menilai pemimpin dari tampilan fisik. Dia juga menyinggung beberapa tokoh publik dengan label yang melekat di telinga masyarakat.

“Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang, banyak. Ganjar ganteng ya. Anies manis ya. Prabowo gemoy ya. Atau Wakil Presidennya, Gibran ngantuk ya. Salah nada salah nada, maaf, Gibran ngantuk ya? Nah gitu nadanya. Gibran ngantuk ya? Kayak orang ngantuk ya dia,” kata Pandji.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut