Kampung Nelayan dan Teknologi Maritim Pilar Ketahanan Pangan Nasional
- ANTARA/Muhammad Arif Pribadi
Jakarta, VoxPop – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu program prioritas nasional yang menjadi fondasi pembangunan jangka panjang Indonesia.
Dalam kerangka Astacita Presiden Prabowo, kemandirian ekonomi rakyat dan penguatan sektor strategis berbasis sumber daya dalam negeri, termasuk kelautan dan perikanan, menjadi arah utama kebijakan nasional.
Di tengah fokus penguatan pangan darat, sektor perikanan laut dinilai memiliki peran strategis dalam menopang ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.
Selain sebagai sumber protein nasional, laut juga merupakan jalur vital perdagangan dan distribusi logistik Indonesia.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, menegaskan bahwa visi Presiden Prabowo Subianto membangun kemandirian pangan nasional harus menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar utama, khususnya melalui penguatan kampung nelayan sebagaimana mandat Astacita.
“Arahan Presiden Prabowo yang menekankan kemandirian pangan sangat tepat. Ketahanan pangan tidak boleh hanya bertumpu pada sektor darat. Kampung nelayan harus menjadi pusat produksi, distribusi, dan penguatan ekonomi rakyat berbasis laut,” ujar Tjachja dalam keterangannya.
Ia menilai, pembangunan kampung nelayan tidak cukup hanya dengan pendekatan fisik, tetapi harus ditopang oleh pengadaan teknologi maritim modern, tata kelola berbasis data, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan.
Dalam konteks ini, Tjachja mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk lebih giat dan progresif dalam menghadirkan teknologi maritim ke wilayah pesisir, mulai dari sistem informasi cuaca dan oseanografi, alat tangkap ramah lingkungan, kapal penangkap ikan berteknologi efisien, hingga fasilitas cold storage dan logistik rantai dingin.
“Peran KKP sangat krusial. Pengadaan teknologi maritim harus benar-benar menjangkau kampung nelayan agar nelayan kecil mampu meningkatkan produktivitas, keselamatan, dan nilai tambah hasil tangkapan,” jelasnya.
Menurutnya, pemanfaatan data hidro-oseanografi yang akurat dan berkelanjutan merupakan kunci utama modernisasi sektor perikanan laut.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memaksimalkan peran Pushidrosal TNI AL dalam penyediaan peta laut dan data oseanografi yang terintegrasi dengan kebijakan pembangunan perikanan nasional.
“Data oseanografi bukan hanya untuk keselamatan pelayaran, tetapi juga menentukan efisiensi penangkapan ikan, perencanaan wilayah tangkap, dan adaptasi nelayan terhadap perubahan iklim laut,” kata dia.
