Bonnie Triyana Soroti Kondisi Perpustakaan Pandeglang hingga Ipusnas yang Macet

Anggota DPR RI Bonnie Triyana
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, VoxPop – Anggota Komisi X DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Pandeglang-Lebak, Bonnie Triyana, menyoroti secara khusus kondisi perpustakaan di wilayahnya, serta layanan digital nasional dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) di Gedung DPR RI, Rabu 14 Januari 2026.

img_title Bonnie Triyana Inisiasi Bulan Bung Karno 2026 di Banten, Kampanyekan Ajaran Sukarno

Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini mengungkap keprihatinannya atas kondisi riil perpustakaan di daerah, termasuk di wilayah pemilihannya, Pandeglang.

"Saya datang ke sana, koleksinya disimpan di satu ruangan tanpa pendingin; lembab. Kita tahu kondisi kelembapan tinggi di Indonesia, buku harus dirawat," ujar Bonnie, sembari meminta Perpusnas untuk membimbing dan mendampingi perpustakaan daerah agar standar perawatan terpenuhi.

img_title Momen Legislator PDIP Debat Sengit Tentang Isu Kolonial di Belanda

Secara nasional, legislator berlatar belakang sejarawan ini mengingatkan pentingnya pemerataan fasilitas. Berdasarkan data yang ia sampaikan, Indonesia masih memiliki 19 kabupaten/kota dan lima provinsi baru yang belum memiliki perpustakaan.

"Artinya masih ada 19 kabupaten-kota yang belum punya perpustakaan. Termasuk Pandeglang yang tak jauh dari Jakarta kondisi perpustakaannya tidak layak," katanya.

img_title Bonnie Triyana Sebut Penyerangan Aktivis KontraS Pakai Air Keras Bentuk Nyata Darurat HAM dan Antidemokrasi

Selain kondisi fisik, Bonnie juga mengkritik layanan digital Perpusnas yang kerap bermasalah. "Kalau lagi sedang malas pergi, saya biasanya akses Ipusnas. Tetapi belakangan ini Ipusnas sering macet," kata Bonnie sembari menunjukkan ponselnya kepada anggota rapat dan jajaran Perpusnas.

Ia bercerita pernah mengalami proses unduh buku yang terhenti karena sistem terkunci sendiri.

Bonnie juga menyoroti nasib perpustakaan tokoh bangsa yang terabaikan. "Perpustakaan Bung Karno dan Bung Hatta ini juga tolong diperhatikan," katanya.

Ia mendorong Perpusnas berkomunikasi dengan Balai Kirti agar koleksi buku Bung Karno yang tersebar dapat diakses publik. "Sebagian buku Bung Karno ada di Istana Bogor, sebagian ada di Balai Kirti. Itu buku-buku yang beliau bawa ketika diasingkan," ujarnya.

Di akhir paparannya, Bonnie menanggapi upaya repatriasi naskah kuno dengan mempertanyakan kesiapan anggaran perawatan. "Ketika saya lihat anggaran, kira-kira sanggup enggak merawat naskah-naskah kuno yang dipulangkan tadi? Kita saja kadang tidak mampu merawat karena keterbatasan anggaran," tandasnya, menekankan pentingnya prioritas perawatan.

Ilustrasi perpustakaan.

Perpustakaan Gasibu Besiap Bertransformasi Jadi Perpustakaan Digital

Perpustakaan juga dapat diakses masyarakat melalui perpustakaan umum terdekat, salah satunya Perpustakaan Umum Kota Bandung yang berada di Jalan Seram Nomor 2 Bandung

img_title
VoxPop.co.id
17 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut