Lewat Indonesian Cultural Outlook 2026, Indonesia Dorong Peran Budaya di Panggung Dunia
- Ist
Pendekatan lintas sektor juga menjadi sorotan dalam pemaparan rencana aksi masing-masing direktorat jenderal. Fokusnya tidak hanya pada diplomasi budaya dan kerja sama internasional, tetapi juga penguatan museum, literasi sejarah, pangan lokal berbasis budaya, pelindungan komunitas kepercayaan adat, hingga pengembangan ekosistem seni dan industri kreatif seperti film dan musik.
Kementerian Kebudayaan membuka ruang kolaborasi luas dengan negara sahabat dan institusi internasional, terutama dalam isu pengamanan warisan budaya, digitalisasi koleksi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan komunitas tradisional.
“Dalam hal ini, kami menyambut kolaborasi dengan negara sahabat dan institusi budaya dalam pengamanan, peningkatan kapasitas dan digitalisasi warisan budaya, serta pemberdayaan komunitas tradisional. Selain itu, kami terbuka untuk kolaborasi dalam penelitian dan program museum, situs warisan budaya, dan konservasi koleksi,” jelasnya.
Acara ini dihadiri perwakilan DPR RI, kementerian dan lembaga terkait, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, para duta besar dan diplomat negara sahabat, serta organisasi internasional. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menegaskan posisi forum ini sebagai ruang awal membangun pemahaman dan kerja sama budaya yang konkret.
