KH Ma'ruf Amin-Gus Salam Dinilai Bisa Kembalikan Jati Diri NU

Gedung PBNU
Sumber :
  • tvOnenews/Aldi Herlanda

Jakarta, VoxPop – Koordinator Bidang (Korbid) Pengkaderan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) 2018-2023, Ahmad Samsul Rijal menilai kinerja Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2021-2026 terus menjadi sorotan, terutama dalam satu tahun terakhir.

img_title Diterpa Kasus Febrie Adriansyah, PBNU Minta Jaksa Agung Tak Kendor Berantas Korupsi

"Publik NU merindukan kepemimpinan yang teduh, mengakar dan kharismatik dengan kualitas pemimpin yang berkarakter serta bisa membangkitkan kebanggaan terhadap organisasi. Kalaupun tidak sama dengan pendahulu NU, setidaknya tidak jauh mengikuti jejak kepemimpinan dan keteladanan mereka," kata dia dalam keterangannya, Kamis, 5 Januari 2026.

Menurut Ahmad Samsul Rijal, PBNU terkini masih dibelit isu infiltrasi zionisme melalui organisasi. Ditambah isu dukungan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya terhadap masalah krusial, yakni keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) bikinan Donald Trump untuk mengkonsolidasi kepentingan Amerika dan Israel, atas nama perdamaian di Gaza, Palestina.

img_title Cak Imin Peringatkan Muktamar PBNU Tak Dikotori Politik Uang: Mari Murnikan Kembali NU

"Belitan masalah di PBNU merupakan buah dari kepemimpinan yang melompat-lompat bagai politisi, membawa NU di luar arena khidmat yang semestinya. Lapangan khidmat yang utama tidak tergarap dengan baik, bahkan cenderung terabaikan, yakni membangkitkan ekonomi nahdliyyin, solidaritas di sektor kesehatan, sosial-budaya, spiritualitas dan lain-lain," ujarnya.

Juru bicara PO-MLB NU, Ahmad Samsul Rijal

Photo :
  • Dok. Istimewa
img_title Menkeu Purbaya Tiba-tiba Temui Gus Yahya Jelang Muktamar NU, Ada Apa?

Ahmad Samsul Rijal juga berharap Muktamar ke-35 NU di bulan Juli 2026 atau sebelumnya menjadi forum refleksi dan pergantian kepemimpinan PBNU, selanjutnya.

"Nahdliyyin berharap pengganti pemimpin PBNU nanti, adalah figur-figur yang bisa mengembalikan jati diri NU, menguatkan peran secara efektif, dan menjawab tantangan jaman," katanya.

Di sisi lain, ia menilai KH Ma’ruf Amin dan KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam merupakan pasangan ideal. Keduanya tokoh dengan kepribadian yang bisa memenuhi harapan Nahdliyyin untuk memimpin PBNU ke depan. 

"Beliau berdua bisa mengembalikan jati diri NU yang dibanggakan nahdliyyin, menguatkan akar jam’iyyah, dan menjawab tantangan jaman dengan peran PBNU lebih efektif," katanya.

Ia menambahkan KH Ma’ruf Amin dikenal ulama konseptor ekonomi syariah Indonesia dan pelopor industri keuangan syariah. Dengan ragam ilmu dan keahlian, KH Ma'ruf Amin disebut menginginkan Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia dengan prinsip keadilan, keumatan, dan kedaulatan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut