Viral Guru di Jember Telanjangi 22 Siswa Usai Kehilangan Uang RP 75 Ribu

Ilustrasi anak sdang merenung
Sumber :
  • U-Report

Jember, VoxPop –Media sosial kembali dihebohkan dengan aksi guru sekolah dasar di SDN Jelbuk 02, Kabupaten Jember. Guru berinisial FT disebut menelanjangi 22 siswanya usai dirinya kehilangan uang senilai Rp 75 ribu.

img_title Turunkan Tim, BGN Investigasi Langsung Kasus MBG di Jember

Insiden ini viral setelah sejumlah wali murid yang mendatangi sekolah untuk memprotes tindakan guru tersebut. Dalam video yang diunggah di akun Instagram @infojember, tampak pertemuan antara pihak sekolah dan perwakilan murid di sebuha ruangan. Pertemuan tersebut diduga dilakukan untuk melakukan klarifikasi terhadap oknum guru tersebut.

”Ini pelaku-pelaku,” kata perekam video tersebut.

img_title BNI Tegaskan Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Perseroan

Lantas sebenarnya apa yang terjadi saat itu? Berikut ini kronologi yang disampaikan oleh  Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Muhammad Irfan Zainul Amin.

Dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta tanah air, Irfan menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada Jumat 6 Februari lalu. Saat itu guru yang bersangkutan, FT kehilangan uang senilai Rp 75 ribu. Uang tersebut kata Irfan menilai historis bagi FT.

img_title Isu KUR di Jember, Ibrahim: Jangan Salahkan Bank BUMN Penyalur, Masalah Ada Pada Collection Agent

”Kami jelaskan sesuai dengan bahan pemeriksaan kami bahwa pada hari Jumat kemarin seorang guru berinisial F kehilangan uang sebesar Rp 75 ribu yang versi beliau nilai uang tersebut bernilai historis,” kata dia dikutip dari tayangan YouTube, Kamis 12 Februari 2026.

Dijelaskan juga oleh Irfan bahwa sebelum insiden tersebut, FT juga sempat mengalami peristiwa serupa. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa FT melakukan tindakan penggeledahan dengan cara menelanjangi murid-muridnya.

”Sebelum kejadian tanggal 6 Jumat telah terjadi kehilangan sebelumnya sehingga guru tersebut menanyakan ke anak-anak apakah ada yang mengambil uang tersebut dan melakukan penggeledahan kepada anak-anak. Sehingga ada sesuatu yang di luar kewajaran,” kata dia.

Menyusul insiden tersebut pihak Dinas Pendidikan juga telah berkoordinasi dengan KPAI untuk melakukan trauma healing. Mengingat pasca kejadian tersebut, anak-anak mengalami trauma.

”Kami Dinas Pendidikan sudah menggandeng KPAI untuk melakukan trauma healing kepada anak-anak. Sehingga anak-anak bisa belajar kembali dengan baik sehingga tidak menimbulkan trauma lebih lanjut,” kata dia.

Pasca kejadian tersebut saat ini, anak-anak kelas 5 tersebut sudah kembali belajar dan bersekolah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut